KETIK, LEBAK – Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak mencatat angka anak tidak sekolah di wilayah tersebut masih tergolong tinggi. Hingga Mei 2026, jumlah anak yang tercatat tidak mengenyam pendidikan mencapai sekitar 26 ribu anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, mengatakan tingginya angka tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari persoalan ekonomi keluarga, kondisi sosial masyarakat, hingga kendala akses pendidikan di sejumlah wilayah.
“Per Mei 2026 ini, angka anak tidak sekolah di Kabupaten Lebak tercatat sekitar 26 ribu anak. Data itu dipengaruhi faktor pendataan, kondisi sosial, ekonomi masyarakat, dan juga akses pendidikan di beberapa wilayah,” kata Doddy kepada wartawan, Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya, dari total angka tersebut, sebanyak 14.101 anak merupakan lulusan pada jenjang sebelumnya yang tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya.
“Kasus paling banyak itu anak yang sudah lulus tetapi tidak melanjutkan sekolah. Jumlahnya sekitar 14.101 anak. Ini menjadi perhatian serius bagi kami karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujarnya.
Baca Juga:
PT Rizki Bangun Beton Kembali Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Kabupaten LebakDoddy menjelaskan, rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat di Kabupaten Lebak saat ini masih berada di angka 6,8 tahun. Kondisi itu menunjukkan mayoritas warga baru menyelesaikan pendidikan dasar atau setingkat sekolah menengah pertama awal.
“Rata-rata lama sekolah kita masih 6,8 tahun. Artinya masih banyak masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan hingga tingkat menengah,” jelasnya.
Ia menuturkan, faktor ekonomi masih menjadi penyebab dominan anak putus sekolah. Selain itu, rendahnya motivasi belajar dan hambatan geografis di sejumlah daerah terpencil juga turut memengaruhi tingginya angka anak tidak sekolah.
“Banyak anak yang akhirnya memilih bekerja membantu orang tua dibanding melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, ada juga wilayah yang akses sekolahnya masih cukup jauh,” katanya.
Baca Juga:
Bulog Lebak: Persediaan Beras, Minyak dan Gula Aman hingga Idul AdhaSebagai langkah penanganan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak terus mendorong optimalisasi peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta program Sekolah Rakyat agar anak-anak yang putus sekolah tetap mendapatkan layanan pendidikan.
“Kami terus memperkuat peran PKBM dan program pendidikan nonformal lainnya supaya anak-anak yang terlanjur putus sekolah masih bisa melanjutkan pendidikan melalui jalur kesetaraan,” ungkap Doddy.
Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, sekolah, orang tua, hingga masyarakat dapat bersama-sama menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Lebak.
“Persoalan ini tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Perlu dukungan semua pihak agar anak-anak di Lebak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak,” pungkasnya.(*)