KETIK, SURABAYA – Sebanyak 230 peserta mengikuti Ulang Janji Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung di Halaman Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil. Dalam sambutannya, ia mengingatkan kepada anggotanya untuk selalu ingat tiga hal, yaitu adaptif, inovatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tiga hal ini perlu diterapkan oleh seluruh anggota Kwarda Pramuka Jatim agar tidak terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Penegasannya ini karena saat ini perkembangan zaman, terutama teknologi sangat pesat.
Hal ini untuk mengikuti perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), perubahan sosial dan berbagai tantangan global menuntut organisasi terus melakukan pembaruan.
“Organisasi yang mampu bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling adaptif terhadap perubahan,” tegas Kak Arum.
Baca Juga:
1.537 Pramuka Jatim Berangkat Jambore di Cibubur, Arum Sabil Harap Tercipta Generasi BerkarakterMaka dari itu, ia meminta badan kelengkapan Kwarda Jatim, tidak hanya menjalankan tugas administratif dan rutinitas organisasi. Menurutnya, setiap unsur harus menjadi pusat inovasi, pengembangan kualitas, sekaligus penggerak transformasi.
Baca Juga:
Ning Lia: Festival Mangrove Jatim Harus Jadi Gerakan Nyata Jaga Pesisir dan Dongkrak Wisata“Badan kelengkapan kwartir harus menjadi pusat inovasi dan penggerak transformasi Gerakan Pramuka Jawa Timur agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda,” ujarnya.
Pramuka, katanya, memiliki modal sosial yang besar untuk menghadapi tantangan tersebut, serta memiliki organisasi yang luas, keberadaan pembina dan pelatih serta jumlah anggota yang besar merupakan kekuatan yang dapat dioptimalkan.
Ia menegaskan, pendidikan kepramukaan memiliki keunggulan karena karakter tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi dibentuk melalui pengalaman dan praktik langsung.
Prinsip learning by doing, sistem beregu, kegiatan di alam terbuka, dan latihan kepemimpinan menjadi kekuatan yang membuat pendidikan kepramukaan tetap relevan.
“Pendidikan kepramukaan harus terus kita kembangkan agar mampu melahirkan generasi yang mandiri, tangguh, bertanggung jawab, kreatif, adaptif, dan peduli terhadap sesama,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, HM Arum Sabil mengajak jajaran Pramuka Jatim untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas organisasi, memperluas kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.
Langkah itu penting agar Gerakan Pramuka mampu menjawab kebutuhan generasi muda sekaligus mengambil peran strategis untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami harus memastikan Gerakan Pramuka tetap menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi pemimpin masa depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap amanah dalam organisasi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian. “Setiap amanah harus menjadi pengabdian, setiap tantangan harus melahirkan inovasi, dan setiap langkah harus memberi manfaat bagi lahirnya generasi unggul Indonesia,” pungkasnya. (*)