KETIK, MALANG – Kota Malang bakal mendapat tambahan bantuan Portabel X-Ray dari Pemerintah Pusat. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pelacakan kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Malang. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan saat ini Kota Malang hanya memiliki satu unit portable X-Ray. Terdapat 153 titik yang telah ditentukan untuk deteksi TBC. 

"Kita baru punya satu, nah nanti sama Pak Wamenkes akan dijamin satu. Sehingga titik yang sudah ditentukan untuk tahun 2026 sebanyak 153 titik untuk pemakaian Portable X-Ray ini nanti bisa tercapai," ujar Husnul, Sabtu 1 Agustus 2026.

Pemerintah telah menargetkan pelaksanaan deteksi TBC berlangsung selama bulan Agustus hingga Oktober 2026. Dengan waktu yang terbatas, Husnul menilai mustahil jika hanya mengandalkan satu unit Portabel X-Ray. 

"Waktunya Agustus sampai Oktober. Kalau satu X-ray, mungkin tidak cukup," lanjutnya. 

Baca Juga:
Temukan 200 Kasus Positif TBC, Pemkot Malang Kejar Target Pengobatan 90 Persen

Dalam upaya deteksi TBC, Dinkes Kota Malang akan mengundang masyarakat khususnya yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC. Untuk satu titik, ditargetkan dapat menyasar 100 orang. 

"Satu titik itu kita ngundang masyarakat, karena ini tracing ya, jadi ngundang masyarakat yang terkontak dengan TBC. Terutama yang di dalam rumah (dekat dengan penyintas), 100 orang terkontak TBC," sebutnya. 

Sebelumnya, Dinkes Kota Malang telah jemput bola dengan menggunakan Skrining Sistematis TBC (SS-TB) mobile ke setiap kelurahan. 

"Kalau di kelurahan pakai bus SS TB, hampir sama, tapi ini program barunya dengan X-ray portable. Kalau pakai bus, kami kesulitan manakala masuk di tempat yang kecil," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Wamenkes Ikuti Instruksi Presiden, Pantau Pemberantasan TBC di Kota Malang