KETIK, JAKARTA – Prabowo Subianto menghadiri sidang paripurna, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam sidang di DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, itu, ia menyampaikan beberapa pokok kebijakan.

Dalam tayangan di kanal YouTube TVR Parlemen, setidaknya ada 12 poin penting yang disampaikan Presiden Prabowo dalam sidang tersebut.

Apa saja poin-poin itu? Berikut penjelasannya:

  1. Pendapatan negara ditargetkan mencapai 11,82 hingga 12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
  2. Defisit anggaran akan dijaga pada kisaran 1,80 hingga 2,40 persen dari PDB.
  3. Nilai tukar rupiah ditarget berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per dolar AS.
  4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditargetkan turun menjadi 4,30 hingga 4,87 persen.
  5. Belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB.
  6. Inflasi ditargetkan berada di angka 1,5 hingga 3,5 persen.
  7. Harga minyak mentah Indonesia dipatok pada kisaran US$70 hingga US$95 per barel.
  8. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,8 hingga 6,5 persen.
  9. Angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0 hingga 6,5 persen.
  10. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di kisaran 6,5 hingga 7,3 persen.
  11. Lifting gas bumi ditargetkan berkisar antara 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari.
  12. Lifting minyak mentah dirancang berkisar antara 602.000 hingga 615.000 barel per hari.

Itulah rangkuman pidato Presiden Prabowo saat menyampaikan arah Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) 2027 di Gedung DPR, Jakarta.

Rapat tersebut dihadiri sekitar 451 anggota DPR RI. Dalam kesempatan itu, Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran pejabat Kabinet Merah Putih. (*)

Baca Juga:
Presiden Prabowo Sampaikan KEM-PPKF di DPR RI, Pengamat Kebijakan Publik Unesa: Sinyal Pemerintah Ambil Kendali Kebijakan Fiskal

Baca Juga:
Blak-blakan, Prabowo Sebut Oknum TNI-Polri Sering Jadi Backing Pejabat Korup