KETIK, BATU – Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu kini memasuki tahap penentuan akhir. Menariknya, tiga kandidat terbaik yang lolos ke tahap final disebut sebagai “triple A” karena dinilai sama-sama memiliki integritas, kapasitas, dan kemampuan birokrasi yang kuat.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengatakan, ketiga kandidat yang lolos ke tahap final memiliki kapasitas, kompetensi, dan integritas yang sama-sama kuat untuk memimpin birokrasi Pemerintah Kota Batu.
“Ketiganya ini bisa dibilang kandidat triple A. Integritas dan kemampuan mereka bagus. Tinggal nanti dibahas bersama Pak Wali Kota setelah beliau pulang dari ibadah haji,” ungkapnya, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurutnya, pembahasan penetapan Sekda definitif akan dilakukan setelah Wali Kota Batu, Nurochman, kembali ke Indonesia bersama rombongan jemaah haji Kota Batu pada 2 Juni 2026 mendatang.
Mas Heli menargetkan proses penetapan Sekda definitif dapat rampung dalam waktu dekat agar roda pemerintahan berjalan lebih optimal.
“Targetnya tanggal 5 Juni 2026 sudah ada penetapan Sekda definitif. Setelah itu langsung kami usulkan ke BKN RI dan menunggu proses pelantikan,” katanya.
Ia menegaskan, posisi Sekda memiliki peran strategis sebagai penghubung utama jalannya birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
“Selain membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan, Sekda juga berperan mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar program pemerintahan berjalan efektif dan selaras,” tambahnya.
Sebelumnya, seleksi Sekda Kota Batu diikuti enam pejabat yang lolos tahapan administrasi dan melanjutkan proses uji gagasan hingga tes kesehatan. Keenam pejabat tersebut berasal dari sejumlah OPD strategis di lingkungan Pemkot Batu.
Mereka yakni Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Arief As Siddiq, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Akhmad Dahlan, Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Bapelitbangda Bangun Yulianto, Inspektur Endro Wahjudi, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mohammad Nur Adhim. (*)
