KETIK, BATU – Dewanti Rumpoko merupakan sosok yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia politik sebelum akhirnya menjadi wali kota perempuan pertama di Kota Batu.
Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya di Kota Batu, Dewanti melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2024-2029.
Dewanti Rumpoko mencatatkan sejarah sebagai wali kota perempuan pertama di Kota Batu. Ia mulai menjabat pada 27 Desember 2017 setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo di Gedung Grahadi, Surabaya.
Dewanti bersama pasangannya, Punjul Santoso, sebelumnya ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu sebagai pemenang Pemilihan Umum Wali Kota Batu 2017.
Kemenangan tersebut menjadi puncak dari perjalanan politik Dewanti yang telah dibangun sejak jauh sebelum Pilkada Kota Batu 2017.
Dewanti merupakan istri dari H. Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu yang menjabat pada periode 2007-2017. Dari pernikahannya, Dewanti dan Eddy Rumpoko dikaruniai tiga anak, yakni Dinasty Rumpoko, Ganisa Pratiwi Rumpoko, dan Raras Rumpoko.
Karier politik perempuan yang lahir pada 13 Desember 1962,tidak dibangun secara singkat. Sebelum memimpin Kota Batu, Dewanti telah lebih dahulu terlibat dalam aktivitas politik dan sempat mengikuti sejumlah kontestasi pemilihan kepala daerah.
Sebelum berhasil menjadi kepala daerah di Kota Batu, Dewanti telah lebih dahulu membangun pengalaman politik di Kota Malang.
Karier politiknya diawali dengan menjadi anggota DPD Partai Golkar Kota Malang. Namanya kemudian sempat masuk dalam bursa calon Wakil Wali Kota Malang pada 2003.
Ketika itu, Dewanti dipasangkan dengan Ir Gandi Yogatama. Berbeda dengan mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung seperti saat ini, pemilihan pada waktu tersebut dilakukan melalui DPRD.
Namun, Dewanti belum berhasil memenangkan proses pemilihan tersebut.
Kegagalan tersebut tidak menghentikan perjalanan politiknya. Karier Dewanti kemudian berkembang seiring dengan perubahan arah politik keluarganya.
Ketika suaminya, Eddy Rumpoko, diusung PDI Perjuangan dan terpilih sebagai Wali Kota Batu pada 2007, Dewanti kemudian memilih berpindah partai dari Partai Golkar ke PDI Perjuangan.
Setelah bergabung dengan PDI Perjuangan, Dewanti kembali mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah. Pada 2015, ia maju dalam Pemilihan Umum Bupati Malang berpasangan dengan Masrifah Hadi.
Namun, Dewanti kembali belum berhasil memenangkan kontestasi tersebut. Meski demikian, perolehan suara yang diraihnya dinilai cukup signifikan meskipun persiapan yang dilakukan tergolong singkat.
Pengalaman dari sejumlah kontestasi tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan politik Dewanti sebelum akhirnya berhasil memenangkan Pilkada Kota Batu 2017.
Dewanti Rumpoko juga memiliki latar belakang pendidikan yang ditempuh dari tingkat sekolah dasar hingga magister.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD R.K. I Teresia Manado pada 1968-1974. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP LXV (65) Jakarta pada 1974-1977.
Dewanti kemudian bersekolah di SMA Negeri 1 Jakarta pada 1978-1981. Pendidikan tinggi ditempuh di IKIP Jakarta untuk jenjang S-1 pada 1982-1987.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Dewanti melanjutkan studi magister di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada 1999-2001.
