KETIK, BATU – Unggahan seorang wisatawan di akun Threads @eggieeew menjadi sorotan warganet setelah mengeluhkan dugaan praktik penyajian minuman yang dinilai tidak higienis di salah satu gerobak ronde di kawasan Alun-Alun Kota Batu.
Unggahan tersebut ramai diperbincangkan karena berisi klaim bahwa penjual diduga mencampurkan kembali sisa kuah ronde pelanggan ke dalam panci rebusan jahe untuk disajikan kepada pembeli berikutnya.
Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku mengalami kejadian tersebut saat berkunjung ke Alun-Alun Kota Batu bersama rombongannya pada Sabtu malam, 18 Juli 2026.
Ia menyebut awalnya tidak menemukan kejanggalan saat menikmati ronde yang dibeli, meski menilai rasa jahenya kurang kuat.
Namun setelah selesai makan, ia mengaku melihat aktivitas penjual yang membuatnya terkejut.
“Awalnya saya mengira mangkuk itu digunakan untuk menampung air sisa yang akan dibuang. Ternyata setelah saya perhatikan, kuah ronde bekas pembeli justru dimasukkan kembali ke panci rebusan jahe yang kemudian digunakan untuk melayani pembeli berikutnya,” tulisnya, dikutip pada Rabu, 22 Juli 2026.
Ia mengaku terus mengamati aktivitas penjual selama beberapa saat untuk memastikan apa yang dilihatnya bukan kesalahan persepsi.
Menurut pengakuannya, praktik tersebut disebut terjadi berulang setiap kali ada mangkuk bekas pelanggan yang dikembalikan kepada penjual.
“Saya coba terus memperhatikan dan menurut pengamatan saya hal itu dilakukan berulang. Sisa kuah ronde dari mangkuk pelanggan dimasukkan lagi ke panci rebusan jahe, lalu digunakan kembali saat ada pembeli baru,” tulisnya.
Pemilik akun juga mengklaim bahwa setelah rombongannya selesai makan dan menyerahkan mangkuk kepada penjual, sisa kuah ronde miliknya mengalami perlakuan serupa.
Selain itu, ia mengaku melihat isian ronde yang masih tersisa di dalam mangkuk, seperti kacang dan pacar cina, diambil kembali menggunakan tangan.
“Setelah kami membayar dan berjalan menjauh, saya masih sempat memperhatikan. Menurut yang saya lihat, sisa kuah ronde kami juga dimasukkan kembali ke dalam panci. Bahkan sisa isiannya seperti kacang dan pacar cina diambil lagi menggunakan tangan,” tulisnya.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari pengguna Threads lainnya. Salah satunya datang dari akun @thaaa___14 yang mengaku pernah melihat kejadian serupa.
“Akhirnya ada yang mengangkat kasus ini. Dulu waktu ke Alun-Alun Batu saya memang tidak jadi membeli angsle karena sempat mengamati dari jauh. Ternyata yang saya lihat sama persis, sisa angsle dari pelanggan dikumpulkan lalu dimasukkan kembali ke wadah untuk dijual,” tulis akun tersebut.
