Temuan Yoni Kuno di Desa Pendem Kota Batu, Diduga Peninggalan Era Hindu

8 Mei 2026 14:34 8 Mei 2026 14:34

Dafa Wahyu P., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Temuan Yoni Kuno di Desa Pendem Kota Batu, Diduga Peninggalan Era Hindu

Pamong Budaya Dinas Pariwisata Kota Batu mengidentifikasi penemuan yoni di Desa Pendem, Kota Batu. (Foto: Disparta Kota Batu)

KETIK, BATU – Sebuah benda batu berbentuk yoni yang diduga peninggalan masa Hindu ditemukan warga di lahan milik Majlis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul Jannah, di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Ketua RW 04 Desa Pendem, Muhammad Solikin, mengatakan, awalnya warga menduga benda tersebut hanyalah lumpang batu biasa. Namun setelah melihat bentuk dan dokumentasi foto, laporan langsung diteruskan kepada pemerintah desa.

“Lahan itu dulunya sawah milik warga, kemudian dibeli pihak majelis. Saat proses pengeringan dan perataan tanah untuk lapangan kegiatan pengajian, ditemukan benda batu tersebut. Awalnya kami mengira hanya lumpang batu, tetapi setelah melihat bentuknya kami langsung melaporkan ke desa,” ujarnya.

Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, membenarkan adanya penemuan benda yang diduga peninggalan sejarah tersebut.

Pemerintah desa selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Batu untuk melakukan identifikasi awal.

“Benar, ada temuan yoni di lahan milik Riyadlul Jannah. Saat ini sudah ditindaklanjuti oleh dinas untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut terkait asal-usulnya. Kami juga meminta warga ikut menjaga lokasi dan berkoordinasi dengan pihak majelis,” katanya.

Pamong Budaya Dinas Pariwisata Kota Batu, Naning Wulandari, menjelaskan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari pemerintah desa.

“Kami menerima laporan dari kepala desa mengenai adanya temuan benda yang diduga peninggalan sejarah. Setelah dilakukan pengecekan, objek tersebut merupakan yoni berbentuk bujur sangkar berukuran sekitar 50x50 sentimeter yang dilengkapi cerat,” jelasnya.

Selain yoni, petugas juga menemukan batu umpak berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 26 sentimeter dan tinggi 20 sentimeter. Beberapa ornamen pada bagian badan yoni juga masih terlihat cukup jelas.

Naning menerangkan, dalam tradisi Hindu, yoni merupakan simbol kesuburan yang melambangkan Dewi Parwati dan biasanya ditemukan berpasangan dengan lingga sebagai simbol Dewa Siwa.

“Seharusnya terdapat pasangan lingga, tetapi hingga saat ini belum ditemukan di lokasi. Ada kemungkinan masih tertimbun tanah atau telah berpindah tempat karena ukurannya lebih kecil dibanding yoni,” terangnya.

Menurutnya, temuan benda purbakala semacam itu bukan hal baru di Kota Batu. Kondisi tanah yang subur diyakini berkaitan erat dengan berkembangnya peradaban agraris pada masa lampau.

“Temuan seperti ini cukup sering ditemukan di Kota Batu karena daerah ini sejak dulu dikenal sebagai kawasan pertanian yang subur,” ujarnya.

Dinas Pariwisata Kota Batu berencana melaporkan temuan tersebut kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) guna proses identifikasi lanjutan sekaligus pendataan sebagai benda cagar budaya.

Naning juga mengimbau masyarakat ikut menjaga keberadaan artefak tersebut agar tidak rusak maupun hilang.

“Yang paling penting sekarang adalah mendokumentasikan dan menjaga bersama-sama karena benda ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting,” pungkasnya.

Desa Pendem sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di Kota Batu yang kaya peninggalan sejarah Hindu-Buddha.

Sebelumnya, kawasan tersebut juga pernah ditemukan struktur bata merah kuno yang diduga bagian dari bangunan candi era Kerajaan Mataram Kuno, arca Sekte Siwa, lesung batu, lingga-yoni, hingga Prasasti Sangguran. (*)

Tombol Google News

Tags:

Yoni Kuno Penemuan Artefak Disparta Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu Desa Pendem Pamong Budaya Dinas Pariwisata Kota Batu Naning Wulandari Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi Majlis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul Jannah