KETIK, BATU – Revitalisasi Stadion Brantas Kota Batu senilai Rp50 miliar direncanakan pada tahun 2027 oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Rencana tersebut telah dibahas dalam rapat paripurna DPRD Kota Batu terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2027, dengan sasaran meningkatkan fasilitas olahraga, mengembangkan sport tourism, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menekankan bahwa pembaruan stadion harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, atlet, dan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, stadion perlu menyediakan fasilitas yang nyaman, aman, ramah bagi penyandang disabilitas, serta mudah diakses dengan biaya terjangkau oleh pelajar, klub olahraga, dan masyarakat umum.
“Nilai investasi Rp50 miliar perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang terukur, bertambahnya pengguna fasilitas, meningkatnya kegiatan dan prestasi olahraga, keterlibatan UMKM, serta kemampuan membiayai operasional dan pemeliharaan secara berkelanjutan,” ujarnya, pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Selain meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana olahraga, fasilitas yang memadai diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet lokal melalui latihan rutin, kompetisi antarsekolah, dan pengembangan prestasi olahraga Kota Batu.
Revitalisasi tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan wisata olahraga melalui penyelenggaraan turnamen, pemusatan latihan, dan berbagai kegiatan olahraga yang berpotensi mendatangkan atlet, pendamping, serta penonton dari luar daerah.
Kehadiran pengunjung diharapkan turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor penginapan, kuliner, transportasi, dan penjualan produk UMKM lokal.
Alfi juga mendorong agar Stadion Brantas dimanfaatkan secara produktif melalui penyelenggaraan kegiatan olahraga sepanjang tahun. Dengan begitu, stadion dapat menjadi pusat aktivitas olahraga sekaligus ruang interaksi masyarakat.
“Keberhasilan revitalisasi Stadion Brantas akan terlihat ketika fasilitasnya aktif digunakan, atlet lokal berkembang, masyarakat mudah mengaksesnya, dan kegiatan olahraga memberi penghasilan tambahan bagi warga Kota Batu,” tegasnya.(*)
