Regenerasi Petani, Wali Kota Batu Pamerkan Smart Integrated Farming dan PLUT-KUMKM ke Menko PM Cak Imin

26 Agustus 2026 18:29 26 Agt 2026 18:29

Dafa Wahyu P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Regenerasi Petani, Wali Kota Batu Pamerkan Smart Integrated Farming dan PLUT-KUMKM ke Menko PM Cak Imin

Wali Kota Batu, Nurochman saat sambutan selamat datang di depan Menko PM Muhaimin Iskandar, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Wali Kota Batu Nurochman memaparkan pengembangan smart integrated farming dan peran Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Kota Batu di hadapan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Peresmian Perintis Berdaya Connect di Gedung PLUT-KUMKM, Jalan Abdul Gani Atas, Kota Batu, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur ini mengatakan pengembangan pertanian tetap menjadi perhatian kendati Kota Batu dikenal sebagai daerah pariwisata. Salah satu fokusnya ialah menjaga keberlanjutan sektor pertanian melalui program regenerasi petani.

“Kota Batu dikenal sebagai kota pariwisata, tetapi tumbuh di dalamnya juga pertanian. Maka kami juga mengembangkan program-program bagaimana regenerasi petani di Kota Batu tidak kemudian kehilangan penerusnya,” ujar Cak Nur.

Menurutnya, upaya regenerasi petani tersebut juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah smart and integrated farming untuk memberikan pilihan bagi generasi muda agar dapat melanjutkan sektor pertanian.

Cak Nur menjelaskan, kondisi petani saat ini yang sebagian besar telah berusia lanjut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan pertanian. Di sisi lain, generasi milenial dan Gen Z dinilai tidak mudah untuk langsung terjun ke kebun maupun sawah seperti generasi sebelumnya.

“Karena petani yang usianya hari ini tua, anak-anaknya yang milenial, Gen Z tentu tidak mudah mereka bisa masuk ke kebun maupun sawah-sawah. Maka smart and integrated farming semoga menjadi salah satu opsi jawaban atas bagaimana regenerasi petani kita,” tuturnya.

Ia berharap pendekatan tersebut dapat menjadi pilihan bagi generasi penerus untuk melanjutkan usaha pertanian yang selama ini dijalankan orang tua mereka.

Selain regenerasi petani, politisi PKB ini menekankan pentingnya menjaga sektor pertanian di tengah pertumbuhan pariwisata Kota Batu. 

Perkembangan pariwisata, tambah dia, tidak boleh membuat produk pertanian kehilangan ruang karena sebagian besar masyarakat Kota Batu masih menggantungkan kehidupan dari sektor tersebut.

“Jangan sampai terjadi, di tengah tumbuhnya pariwisata di Kota Batu terjadi trade off terhadap produk-produk pertanian karena mayoritas masyarakat Kota Batu masih menggantungkan kehidupannya dari dunia pertanian,” jelasnya.

Dalam upaya memperkuat nilai tambah hasil pertanian, UMKM disebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Cak Nur mengatakan produk pertanian dapat didiversifikasi menjadi berbagai produk olahan sehingga memberikan ruang pengembangan bagi pelaku UMKM.

“Maka UMKM juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses-proses bagaimana kami melakukan diversifikasi produk pertanian yang kemudian menjadi produk-produk olahan,” ujarnya.

Cak Nur juga menjelaskan keberadaan PLUT-KUMKM Kota Batu sebagai bagian dari ekosistem pembinaan UMKM. Ia menegaskan, berbagai fasilitas dan aktivitas yang berjalan di tempat tersebut bukan sesuatu yang baru dibuat untuk kegiatan peresmian.

“Dan ruang PLUT ini, tidak kami sulap hari ini atau kemarin seminggu yang lalu, ini asli. Ekosistemnya ada terbentuk di sini, semuanya ada di sini,” tuturnya.

Menurut Cak Nur, sejumlah perangkat daerah terintegrasi dalam ekosistem PLUT-KUMKM, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Sosial, serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan. Integrasi tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan bagi pelaku UMKM.

“Integrasi dari seluruh beberapa dinas, ada Dinas Pertanian, Dinas Sosial, kemudian Diskumperindag itu sendiri, terintegrasi dalam PLUT ini untuk melakukan banyak hal,” tuturnya.

Berbagai kegiatan yang dilakukan di PLUT-KUMKM meliputi workshop, pendampingan, edukasi, penyediaan tempat packaging, hingga pembinaan terhadap pelaku UMKM di Kota Batu.

“Ada workshop, ada pendampingan edukasi, tempat packaging, dan tempat dilakukannya pembinaan-pembinaan terhadap para UMKM yang ada di Kota Batu,” urai Cak Nur.

Menurutnya, berbagai upaya tersebut mendapat apresiasi melalui PLUT Award 2024. Dalam penghargaan tersebut, PLUT-KUMKM Kota Batu disebut meraih penghargaan sebagai konsultan terbaik se-Indonesia sekaligus PLUT dengan kinerja terbaik secara nasional.

“Maka tentu ikhtiar ini alhamdulillah mendapatkan apresiasi melalui PLUT Award tahun 2024 dengan PLUT KUMKM Kota Batu meraih penghargaan sebagai konsultan terbaik se-Indonesia sekaligus PLUT dengan kinerja terbaik secara nasional,” imbuhnya.

Cak Nur juga menyoroti aktivitas PLUT-KUMKM Kota Batu yang menurutnya berjalan nyata. Ia menyebut sejumlah program pembinaan telah menghasilkan kegiatan dan karya dari pelaku UMKM.

“Bahkan ini salah satu PLUT di antara banyak gedung PLUT yang tidak berfungsi. Tetapi melihat di Kota Batu aktivitasnya nyata dan pembinaan nyata, hasil karya juga nyata,” ungkapnya.

Salah satu program yang disebut ialah 365 Up. Melalui program tersebut, sebanyak 40 UMKM yang telah melalui proses kurasi mendapatkan pendampingan intensif selama 365 hari.

“Melalui program 365 Up misalnya, salah satu contoh kemudian ada 40 UMKM yang terkurasi mendapatkan pendampingan intensif selama 365 hari,” ujarnya.

Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari legalitas, manajemen, pemasaran, digitalisasi hingga pengembangan usaha.

Ia menambahkan, PLUT juga didorong menjadi one-stop business development ecosystem. Konsep tersebut mencakup pemberdayaan generasi muda, penguatan koperasi, hingga agregasi usaha.

“PLUT juga didorong menjadi one-stop business development ecosystem. Di dalamnya, pemberdayaan generasi muda mulai Kafe Cubees yang dikelola oleh Karang Taruna, penguatan koperasi dan agregasi usaha melalui Dekopinda dan Coosae,” jelasnya.

Nurochman menjelaskan, Coosae merupakan Cooperative Smart Agriculture Ecosystem yang berperan sebagai agregator. Ekosistem tersebut diarahkan untuk menghubungkan produk pertanian yang telah tersertifikasi dengan dunia usaha modern.

“Coosae akan menghubungkan produk-produk pertanian yang sudah tersertifikasi untuk masuk dunia usaha yang modern,” tuturnya.

Penguatan berbagai program tersebut, imbuhnya, membutuhkan ekosistem serta rantai pasok yang berjalan dengan baik dan didukung tata kelola yang tepat.

“Sehingga di sini diperlukan ekosistem, diperlukan supply chain yang baik dengan tata kelola,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Muhaimin Islandar Wali Kota Batu Smart Integrated Farming Info Kota Batu Berita Kota Batu cak imin Nurochman