Produksi Anjlok, Lahan Menyusut: Apel Batu Makin Terpuruk, Jati Diri Kota Batu Terancam

Editor: Dendy Ganda Kusumah

8 Des 2025 05:45

Headline

Thumbnail Produksi Anjlok, Lahan Menyusut: Apel Batu Makin Terpuruk, Jati Diri Kota Batu Terancam
Seorang petani apel di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, menunjukkan kondisi pohon apelnya. Jumlah produksi dan luasan lahan apel di Kota Batu terus menyusut dengan pesat. (Foto: Sholeh/Ketik.com)

KETIK, BATU – Jati diri Kota Batu sebagai Kota Apel bisa jadi akan tinggal kenangan dalam waktu yang tak lama lagi. Hal ini tak lepas dari kian anjloknya jumlah produksi apel Kota Batu.

Badan Pusat Statistik menyebut, pada 2019, produksi apel Kota Batu masih berada di angka 50.052 ton per tahun. Kemudian, pada 2020, produksi apel Kota Batu turun menjadi 43.035 ton.

Pada tahun 2021, produksi apel Kota Batu ada di angka 35.009 ton. Tahun berikutnya, produksi apel Kota Batu turun menjadi 29.996 ton.

Produksi apel Kota Batu pada tahun 2023 berada di angka 21.862 ton. Sementara, pada 2024, produksi apel tinggal 14.028 ton.

Baca Juga:
Jaga Ikon Daerah, Cak Nur dan Mas Heli Turun Langsung Panen Apel Bersama Petani

Penyusutan produksi apel Kota Batu ini berbanding lurus dengan luas lahannya. Lahan apel ada di ketiga kecamatan Kota Batu. Yang terbesar ada di Kecamatan Bumiaji. 

Pada 2019, tercatat lahan apel di Kota Batu total mencapai 1765 hektare. Sementara, pada 2024, luas lahan apel Kota Batu disebut tak lebih dari 740 hektare.

Menurunnya luas lahan yang ditanami apel ini tak lepas dari banting setirnya para petani apel ke tanaman lain. Mereka beralih menanam jeruk atau sayur-sayuran.

Agus, salah seorang petani apel asal Bumiaji, menyebut bahwa pohon-pohon apel miliknya sudah tua. Hal ini membuat produktivitas pohon-pohon tersebut menurun.

Baca Juga:
Terima Pimpinan Ketik.com, Cak Nur Ajak Kolaborasi Bangun Kota Batu Melesat

"Akhirnya, nggak masuk antara biaya perawatan, terutama obat-obatan dan pupuknya, dengan harga jual," tutur Agus.

Dengan anjloknya jumlah produksi dan kian menyusutnya lahan apel di Kota Batu, bisa jadi dalam waktu tak lama lagi jenis Apel Manalagi, Rome Beauty, dan Ana, hanya akan jadi kenangan dan romantisme masa lalu. (*)

 

Baca Sebelumnya

Lando Norris Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2025!

Baca Selanjutnya

NPCI Kabupaten Kediri Sabet 18 Medali di Keparprov Para Atletik Jatim 2025

Tags:

Gerebek Batu GrebekBatu apel batu Apel Ana Apel Manalagi Apel Rome Beauty Apel Batu Punah

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0

18 April 2026 17:25

Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0

Jamu Persis Solo, Arema FC Andalkan Joel Vinicius Sebagai Ujung Tombak

18 April 2026 14:38

Jamu Persis Solo, Arema FC Andalkan Joel Vinicius Sebagai Ujung Tombak

Profil Kolese Kanisius: Jelang Seabad Almamater Tokoh Besar Indonesia

18 April 2026 12:50

Profil Kolese Kanisius: Jelang Seabad Almamater Tokoh Besar Indonesia

5 Fakta Menarik Tentang Brawl Stars Gems

17 April 2026 20:15

5 Fakta Menarik Tentang Brawl Stars Gems

Terancam Tak Bisa Jamu Persebaya di Kanjuruhan, Arema FC Lirik Bali

17 April 2026 08:47

Terancam Tak Bisa Jamu Persebaya di Kanjuruhan, Arema FC Lirik Bali

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

16 April 2026 13:45

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend