Gandeng BRIN, Distan-KP Kota Batu Siapkan Bibit Unggul untuk Selamatkan Apel

Editor: Dendy Ganda Kusumah

13 Des 2025 17:01

Thumbnail Gandeng BRIN, Distan-KP Kota Batu Siapkan Bibit Unggul untuk Selamatkan Apel
Wali Kota Batu, Nurochman, sedang mengunjungi kebun apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, awal Desember 20205. Kebun ini satu dari sedikit kebun apel tersisa di Kota Batu. (Foto: dokumen Poktan Maju Bersama Tulungrejo Bumiaji)

KETIK, BATU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP)  Kota Batu tak mau berpangku tangan di tengah jebloknya produktivitas apel di wilayah mereka. Sejumlah inovasi dan upaya dilakukan agar tanaman khas Kota Batu ini kembali berjaya di tanah kelahirannya.

Kepala Distan-KP Kota Batu, Heru Yulianto, menyebut pihaknya tengah bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) untuk mengembalikan kejayaan apel di wilayah Batu. Kerja sama tersebut dilakukan sampai lima tahun ke depan.

"Sampai 2030, kami bekerja sama dengan BRIN dalam rangka pemetaan lahan apel Kota Batu," ucap Heru.

"Selain itu, kerja sama juga untuk menemukan bibit unggul baru Kota Batu," sambungnya.

Baca Juga:
Jaga Ikon Daerah, Cak Nur dan Mas Heli Turun Langsung Panen Apel Bersama Petani

Menurut Heru, saat ini, bibit unggul tersebut tengah dalam penelitian Distan-KP Kota Batu dan BRIN. Ia berharap, tak lama lagi bibit tersebut akan diperkenalkan secara resmi.

"Doakan dalam waktu dekat sudah bisa diperkenalkan," kata Heru.

Selain mencari bibit apel baru, menurut Heru, Distan-KP Kota Batu juga berusaha membenahi kondisi tanah perkebunan apel. Mereka menyebut, telah melakukan sejumlah hal untuk memperbaiki kondisi dan kualitas tanah perkebunan apel.

"Untuk memperbaiki kondisi tanah, kami sudah melakukan sejumlah upaya, termasuk dengan menggunakan pupuk organik padat (POP)," kata Heru.

Baca Juga:
Terima Pimpinan Ketik.com, Cak Nur Ajak Kolaborasi Bangun Kota Batu Melesat

"Selain itu, kami juga menggunakan dolomit dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)," ia menandaskan.

Upaya Distan-KP ini dilakukan di tengah tren penurunan luas lahan dan jumlah pohon apel di Kota Batu dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, data Distan-KP Kota Batu menunjukkan bahwa luas lahan kebun apel di Kota Batu menyusut drastis dalam beberapa tahun belakangan.

Data penurunan luas lahan dan produktivitas apel Kota Batu (Infografis: Ulil Albab/Ketik.com)

Pada 2019, lahan perkebunan apel masih seluas 1.765,97 hektare. Setahun berselang, luas lahan ini tinggal nyaris separuhnya, yakni 932,27 hektare.

Saat ini, luas lahan perkebunan apel tinggal 740,07 hektare.

Sementara itu, jumlah pohon apel di Kota Batu pun terus menurun sejak 2019 lalu. Waktu itu, jumlah pohon apel di Kota Batu mencapai lebih dari 2,1 juta batang pohon.

Setahun berselang, jumlah pohon apel di Kota Batu berkurang lebih dari sejuta batang pohon, hingga tinggal sekitar 1,1 juta batang pohon.

Saat ini, di wilayah Kota Batu tinggal terdapat sekitar 888 ribu batang pohon apel.

Menyusutnya jumlah pohon apel ini diikuti dengan jebloknya juga tingkat produksi apel Kota Batu. Pada 2024, tingkat produksi apel Kota Batu tinggal 140.285 kuintal. Padahal, pada 2019, tingkat produksi apel mencapai 505.252 kuintal. (*)
 

Baca Sebelumnya

Gubernur Bengkulu Salurkan Bantuan Korban Bencana Banjir dan Longsor di Kota Langsa

Baca Selanjutnya

Universitas Nurul Hasan Bacan Lahirkan Angkatan Perdana

Tags:

Gerebek Batu GerebekBatu apel batu Kebun Apel Batu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

15 April 2026 18:56

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar