FHJN 2026 akan Hadir di Kota Batu, Angkat Potensi Jamur dan UMKM Lokal

5 Agustus 2026 11:17 5 Agt 2026 11:17

Dafa Wahyu P., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail FHJN 2026 akan Hadir di Kota Batu, Angkat Potensi Jamur dan UMKM Lokal

Direktur CV Arsuva Multikarya Arthur Julio Tampi (kiri) dan Kepala Desa Tulungrejo Suliono (kanan) memperlihatkan salah satu koleksi jamur hasil petani. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Festival Hari Jamur Nasional (FHJN) 2026 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga membawa misi besar menjadikan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, sebagai sentra jamur eksotis di Indonesia.

Selama sepekan, 12-18 Oktober 2026, pelbagai agenda edukasi, budaya, kuliner, olahraga, hingga promosi agribisnis akan dipusatkan di kawasan Wisata Mikutopia sebagai upaya memperkuat potensi jamur sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Festival yang diprakarsai Sahabat Mikutopia di bawah naungan CV Arsuva Multikarya tersebut akan digelar secara kolaboratif dengan melibatkan Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Desa Tulungrejo, Komunitas Petani Jamur Indonesia, pelaku UMKM, dunia usaha dan industri, serta pengelola Wisata Mikutopia. 

Direktur CV Arsuva Multikarya, Arthur Julio Tampi, mengatakan penyelenggaraan FHJN 2026 tidak hanya menjadi momentum memperingati Hari Jamur Nasional yang diperingati setiap 15 Oktober, tetapi juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Batu sekaligus langkah strategis membangun identitas baru Kota Batu sebagai destinasi wisata jamur berskala nasional.

“Tujuan utama kami adalah menjadikan Kota Batu, khususnya Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, sebagai sentra jamur eksotis di Indonesia. Kami ingin potensi jamur tidak hanya dikenal sebagai komoditas pertanian, tetapi juga menjadi kekuatan wisata, edukasi, budaya, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Selain mengangkat potensi ekonomi, festival tersebut juga membawa misi pelestarian jamur sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia. 

Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberadaan jamur perlu terus ditumbuhkan melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.

“Melalui festival ini kami ingin menumbuhkan kesadaran, kecintaan, dan semangat pelestarian jamur sebagai warisan alam yang berharga. Harapannya, masyarakat bersama-sama membangun masa depan yang sehat, lestari, dan berkelanjutan,” imbuh Rambing, sapaan akrabnya.

Selama tujuh hari pelaksanaan, panitia telah menyiapkan beragam kegiatan, mulai Festival Anak, pemilihan Duta Wisata Jamur Pangeran Miko dan Putri Mika 2026, lomba senam jamur, jalan sehat dengan target 3.000 peserta, Mushroom Culinary Festival, hingga Pameran Jamur Nasional yang melibatkan petani, perguruan tinggi, pelaku industri, dan komunitas dari berbagai daerah.

Festival juga akan menghadirkan lomba memasak berbahan dasar jamur yang melibatkan hotel, restoran, UMKM, PKK, mahasiswa tata boga, hingga komunitas kuliner. 

Berbagai inovasi menu seperti bakso jamur, sate jamur, rendang jamur, pizza jamur, kopi jamur, hingga es krim jamur akan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari promosi produk olahan jamur.

Selain itu, panitia turut menyiapkan Mikutopia Fantasy Run, workshop budidaya jamur modern, pelatihan peluang bisnis agribisnis, digital marketing bagi UMKM, serta pameran teknologi budidaya jamur dan produk olahan jamur.

Rangkaian festival juga akan dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya lokal, di antaranya tari tradisional, musik daerah, perlombaan kuda lumping anak, lomba sanduk anak, serta beragam hiburan keluarga.

“Festival juga akan menghadirkan sejumlah bintang tamu, di antaranya Chef King Abdi, Chef Firhan, penyanyi Arlida Putri, serta grup musik Fakedopp yang akan mengisi puncak penutupan acara. Kami optimistis Festival Hari Jamur Nasional 2026 mampu menjadi agenda tahunan unggulan Kota Batu,” ujar Rambing.

Melalui penyelenggaraan festival tersebut, panitia menargetkan puluhan ribu pengunjung selama tujuh hari pelaksanaan.

Event itu juga diproyeksikan melibatkan lebih dari 50 UMKM lokal untuk meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat, mendorong okupansi hotel dan penginapan, serta memperkuat posisi Kota Batu sebagai kota wisata edukasi jamur di Indonesia.

Tombol Google News

Tags:

Budidaya Jamur Sahabat Mikutopia Desa Tulungrejo Info Kota Batu Berita Kota Batu suliono Arthur Julio