Menuju Muktamar NU, KH Zulfa Tegaskan Kepemimpinan Bukan Ambisi Pribadi

Jurnalis: Ismail Hasyim
Editor: Rahmat Rifadin

9 Feb 2026 07:39

Thumbnail Menuju Muktamar NU, KH Zulfa Tegaskan Kepemimpinan Bukan Ambisi Pribadi
KH. Zulfa Mustofa (tengah) dan KH. Nasih Aschal (pake kaca mata) usai menghadiri Haflatul Imtihan Ponpes Syaihona Kholil dan khaul Almarhumah Nyai Hj. Mutmainnah, 8 Februari 2026. (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Persiapan menuju Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 mulai diproyeksikan secara sistematis. KH Zulfa Mustofa menyampaikan bahwa pelaksanaan muktamar direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun, mengikuti hasil rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah.

Menurutnya, berdasarkan keputusan forum tersebut, Muktamar NU dijadwalkan digelar sekitar Juli atau Agustus 2026.

“Insya Allah Muktamar NU akan dilaksanakan sesuai hasil rapat gabungan Syuriah-Tanfidziyah, yakni sekitar bulan Juli atau Agustus 2026,” ujar KH Zulfa Mustofa usai memberikan ceramah agama acara Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan, Minggu 8 Februari 2026 malam.

KH Zulfa menjelaskan, sebelum muktamar digelar, NU akan melalui tahapan penting berupa Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes). Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah organisasi ke depan.

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Dalam munas dan konbes, sejumlah materi pokok akan dibahas melalui beberapa komisi, antara lain komisi program kerja, komisi organisasi dan komisi rekomendasi.

Selain itu, biasanya juga digelar Munas Alim Ulama yang secara khusus membahas persoalan hukum keagamaan melalui forum bahtsul masail.

“Di forum tertinggi kedua itu biasanya dirumuskan materi-materi muktamar, termasuk rekomendasi dan program kerja organisasi,” jelasnya.

Terkait dinamika arus bawah yang mulai menyebut nama dirinya akan didorong untuk maju sebagai kandidat Ketua PBNU di muktamar yang akan datang, KH Zulfa Mustofa menegaskan bahwa jabatan ketua tidak boleh menjadi sesuatu yang diinginkan secara pribadi.

Baca Juga:
Warga Sajira Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Waduk Karian, Soroti Ketimpangan Proses Pengadaan Tanah

Menurutnya dalam tradisi NU, keputusan tetap berada di tangan para pemilik suara, yakni pengurus cabang, wilayah, serta para masyayikh.

“Menjadi ketua PBNU itu tidak boleh diingini. Tetapi jika muktamirin, pemilik suara, dan para masyayikh menghendaki, maka tidak boleh menolak,” tegas Waketum PBB NU tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa jika nantinya ada dorongan mayoritas dari pemilik suara, maka sikap yang diambil adalah menerima sebagai amanah organisasi.

“Bismillah, kalau memang itu menjadi keinginan mayoritas dan para masyayikh, tentu kita tidak bisa menolak,” imbuhnya.

KH Zulfa berharap Muktamar NU 2026 nantinya mampu memperkuat arah gerak organisasi, baik dalam bidang keumatan, kebangsaan, maupun penguatan kelembagaan.

Ia menekankan bahwa seluruh proses harus dijalankan sesuai mekanisme organisasi dan tradisi musyawarah yang selama ini menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama. (*)

Baca Sebelumnya

Ketik.com Biro DIY dan Komunitas Sejoli Rayakan HPN Lewat Aksi Nyata di Masjid As-Syifaa’

Baca Selanjutnya

Pemkab Sidoarjo Gencar Betonisasi Jalan, Bupati Subandi Gandeng Anggota DPRD Alokasikan Pokir

Tags:

Munuju muktamar nu 2026 kh zulfa Kepemimpinan Muktamar NU

Berita lainnya oleh Ismail Hasyim

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

12 April 2026 14:03

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

10 April 2026 08:02

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

8 April 2026 17:33

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

7 April 2026 14:23

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

6 April 2026 22:25

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Saksi IF Dinilai Tak Memberatkan 3 Terdakwa Dugaan Penyimpangan Aset BUMD Bangkalan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

6 April 2026 15:31

Saksi IF Dinilai Tak Memberatkan 3 Terdakwa Dugaan Penyimpangan Aset BUMD Bangkalan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar