Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Jurnalis: Ismail Hasyim
Editor: Mustopa

6 Apr 2026 22:25

Thumbnail Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan
Ulama se Madura Raya usulkan Muktamar NU ke-35 di Demangan Bangkalan (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Wacana pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Demangan Bangkalan, kembali mencuat dan mendapat dukungan luas dari para ulama se-Madura Raya.

Usulan ini dinilai bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan dorongan strategis agar NU kembali menegaskan identitas fundamentalnya menjelang memasuki abad kedua.

Demangan selama ini dikenal sebagai titik historis kelahiran NU, tempat embrio organisasi Islam terbesar di Indonesia dirintis oleh K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Wahab Hasbullah.

Di kawasan inilah gagasan besar tentang organisasi ulama moderat bermula, dan dari sinilah tradisi keilmuan serta nilai kebangsaan dipupuk sejak awal.

Juru Bicara Ulama NU Madura Raya, Bindereh Ahrori Dofir, menegaskan bahwa momentum memasuki abad baru menjadikan wacana tersebut semakin relevan.

Menurutnya, mengembalikan Muktamar ke titik kelahiran akan menjadi penanda penting bahwa NU tetap berpijak pada fondasi historisnya.

“Demangan bukan sekadar nama tempat. Ini sumber sejarah, tempat gagasan besar NU tumbuh. Menggelar Muktamar di sini adalah bentuk penghormatan pada akar perjuangan para masyayikh,” ujarnya, Senin 6 April 2026

Ia menambahkan, Demangan memiliki makna simbolis yang melekat pada jati diri NU. Di tempat itu, tradisi pesantren, kearifan lokal, dan komitmen kebangsaan mulai dirawat oleh para pendiri.

Baca Juga:
LKK PCNU Bangkalan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sepulu, Warga Antusias Ikut Skrining

Karena itu, kembali ke Demangan dipandang sebagai upaya meneguhkan kembali ruh organisasi.

“Kita ingin NU kembali menatap akarnya. Sejauh apa pun organisasi berkembang, fondasinya tetap dari tradisi ulama dan kesederhanaan para pendiri. Demangan adalah pengingat itu semua,” tambahnya.

Memasuki abad kedua, NU dihadapkan pada kebutuhan refleksi besar atas capaian seratus tahun pertama serta tantangan yang menanti. Ahrori menilai, memulai perjalanan baru dari titik kelahiran akan memberi energi segar bagi organisasi.

“Ini seperti kembali ke ‘titik nol’. Dari sini NU bisa merumuskan arah langkah yang lebih adaptif dan visioner,” tegasnya.

Dalam wacana ini, dua simbol penting NU kembali mencuat: Tongkat dan Tasbih. Tongkat merepresentasikan arah dan ketegasan kepemimpinan, sementara tasbih melambangkan spiritualitas dan ketenangan batin.

Keduanya, menurut para ulama, pertama kali hidup sebagai simbol kepemimpinan ulama di Demangan.

“Tongkat itu arah, tasbih itu jiwa. Mengembalikan Muktamar ke Demangan berarti menyegarkan kembali ruh kepemimpinan NU,” jelas Ahrori.

Ia berharap PBNU memberikan dukungan penuh agar momentum historis ini dapat terwujud. Dan Demangan Bangkalan siap menjadi tuan rumah Muktamar NU 35.

Menurutnya, jika terlaksana, Muktamar NU ke-35 berpotensi menjadi salah satu yang paling bersejarah, bukan karena kemegahan acara, tetapi karena keberanian organisasi untuk kembali ke akar kelahirannya.

“NU lahir dari ruang sederhana, bukan panggung megah. Dari kesederhanaan itu muncul kekuatan besar. Muktamar di Demangan akan mengingatkan kita pada nilai itu,” ucapnya.

Sebagai tempat yang menjadi saksi awal perjalanan para pendiri, Demangan dinilai sangat layak menjadi titik awal NU menata arah menuju abad kedua, dengan tongkat sebagai pedoman langkah, dan tasbih sebagai penuntun jiwa. (*)

Baca Juga:
PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua
Baca Sebelumnya

Hasan Nasbi hingga Fahri Hamzah Tanggapi Pernyataan Kontroversial Saiful Mujani

Baca Selanjutnya

Kepala Daerah Diingatkan Pantau MBG, Gubernur Khofifah Perintahkan Perbaiki Kendala di Lapangan

Tags:

Muktamar nu 35 Demangan Bangkalan Madura

Berita lainnya oleh Ismail Hasyim

LKK PCNU Bangkalan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sepulu, Warga Antusias Ikut Skrining

16 April 2026 21:38

LKK PCNU Bangkalan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sepulu, Warga Antusias Ikut Skrining

Puluhan Saksi Diperiksa KPK di Bangkalan, Kasus Hibah Jatim Terus Didalami

16 April 2026 18:38

Puluhan Saksi Diperiksa KPK di Bangkalan, Kasus Hibah Jatim Terus Didalami

NasDem Bangkalan Protes Keras, Pemberitaan Tempo Dianggap Menyudutkan Dan Tendensius

15 April 2026 19:16

NasDem Bangkalan Protes Keras, Pemberitaan Tempo Dianggap Menyudutkan Dan Tendensius

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

12 April 2026 14:03

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

10 April 2026 08:02

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

8 April 2026 17:33

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend