Syaikhona Kholil Diakui Negara sebagai Pahlawan Nasional, Ahli Waris: Ini Doa Panjang yang Dikabulkan

Jurnalis: Ismail Hasyim
Editor: Mustopa

10 Nov 2025 21:32

Thumbnail Syaikhona Kholil Diakui Negara sebagai Pahlawan Nasional, Ahli Waris: Ini Doa Panjang yang Dikabulkan
R H. Imron Amin salah satu ahli waris, saat menerima Anugerah Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto untuk Syaikhona Kholil Bangkalan. (Foto. Dokumen Ahli Waris)

KETIK, BANGKALAN – Senin pagi yang teduh itu terasa berbeda. Di sudut kompleks makam Syaikhona Mohammad Kholil, terlihat beberapa anggota keluarga dan dzuriyyah berkumpul dengan wajah penuh haru. Tidak ada upacara besar, tidak ada keramaian, namun kebahagiaan begitu terasa.

Hari itu, nama besar Syaikhona Mohammad Kholil resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Bagi keluarga dan para murid spiritual sang ulama kharismatik, keputusan ini bukan sekadar penetapan gelar. Ini adalah pengakuan negara atas jasa seorang ulama yang hidup sederhana, namun pengaruhnya melampaui zaman.

“Kami sangat bersyukur dan bahagia, atas nama keluarga besar dzuriyyah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah mengapresiasi perjuangan Mbah Kholil dalam membangun pendidikan Islam dan melahirkan banyak tokoh bangsa.”ujar RH Imron Amin, salah satu Dzuriyyah Syaikhona Kholil, Senin 10 November 2025.

Baca Juga:
LKK PCNU Bangkalan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sepulu, Warga Antusias Ikut Skrining

Menurutnya perjuangan untuk mengusulkan gelar Pahlawan Nasional bagi Syaikhona Kholil bukanlah proses yang singkat.

Sudah delapan tahun lamanya keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan akademisi berjuang mengajukan pengakuan ini, melalui seminar-seminar, penggalian arsip sejarah, hingga verifikasi akademik dan administratif ke pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, setelah delapan tahun pengajuan, tepat pada usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, dan pada periode Presiden ke-8, Mbah Kholil menerima gelar Pahlawan Nasional. Bahkan, beliau ditetapkan pada nomor ke-8 dari 10 tokoh pahlawan tahun 2025,” tutur Lora Imron dengan mata berkaca-kaca.

Angka 8 menjadi simbol bermakna bagi keluarga, sebuah kebetulan yang terasa seperti pesan spiritual. Semua itu seakan menjadi penegas bahwa pencapaian ini bukan sekadar keputusan administrasi, tetapi bagian dari perjalanan panjang penuh doa.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

Bagi masyarakat Madura, Syaikhona Kholil bukan hanya ulama besar. Ia adalah guru bangsa yang pernah membimbing para tokoh pendiri organisasi besar di Indonesia, termasuk Nahdlatul Ulama. Dari pesantrennya di Bangkalan, gagasan kebangsaan, spiritualitas, dan pendidikan menyebar ke seluruh penjuru Nusantara.

“Pengakuan ini bukan hanya milik keluarga, tetapi milik seluruh masyarakat Madura dan umat Islam Indonesia,” tambahnya.

Kini, nama Syaikhona Kholil tercatat sejajar dengan para pahlawan lain yang membangun bangsa melalui keteladanan. Warisannya terus hidup dalam jutaan santri, pesantren dan ulama yang menjadi penerus ajarannya.

Gelar pahlawan boleh diberikan oleh negara, namun cinta masyarakat terhadap Syaikhona Kholil telah ada jauh sebelum itu.

"Mbah Kholil Bukan hanya milik keluarga, beliau milik bangsa," tandasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Mahasiswi Psikologi UIN Malang Ulfatu Fiki Ainurrohmah Raih Prestasi di Ajang Duta Santri Nasional

Baca Selanjutnya

Seluruh Kepala Desa di Bangkalan Bersatu di PKDI, Dualisme Organisasi Resmi Berakhir

Tags:

PAHLAWAN nasional Anugerah Syikhona Kholil Bangkalan

Berita lainnya oleh Ismail Hasyim

LKK PCNU Bangkalan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sepulu, Warga Antusias Ikut Skrining

16 April 2026 21:38

LKK PCNU Bangkalan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sepulu, Warga Antusias Ikut Skrining

Puluhan Saksi Diperiksa KPK di Bangkalan, Kasus Hibah Jatim Terus Didalami

16 April 2026 18:38

Puluhan Saksi Diperiksa KPK di Bangkalan, Kasus Hibah Jatim Terus Didalami

NasDem Bangkalan Protes Keras, Pemberitaan Tempo Dianggap Menyudutkan Dan Tendensius

15 April 2026 19:16

NasDem Bangkalan Protes Keras, Pemberitaan Tempo Dianggap Menyudutkan Dan Tendensius

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

12 April 2026 14:03

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

10 April 2026 08:02

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

8 April 2026 17:33

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend