Bupati Bandung Kang DS, Sang Inisiator Tagline Bedas

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

19 Jun 2024 13:41

Thumbnail Bupati Bandung Kang DS, Sang Inisiator Tagline Bedas
Bupati Bandung Dadang Supriatna, saat Deklarasi Relawan Bedas, di Lio Bata Sapan DS, Desa Tegalluar Kec Bojongsoang Kab Bandung, Rabu (19/6/24).(Foto Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Publik mungkin tidak banyak yang menyangka kalau inisiator tagline Bedas (kuat tenaga/bahasa Sunda) di Kabupaten Bandung adalah Bupati Bandung Dadang Supriatna sendiri.

Menurut Bupati Bandung Dadang Supriatna, Bedas adalah nafas perjuangan setiap orang di Kabupaten Bandung, yang setiap hari bertahan untuk hidup lebih baik.

"Bedas adalah sikap berjuang bersama untuk mewujudkan cita-cita perubahan yang lebih baik. Dan kita telah mewujudkannya bersama," kata Bupati Bandung Kang DS, saat Deklarasi Relawan Bedas, di Lio Bata Sapan DS, Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Rabu (19/6/2024).

Dalam mewujudkan perubahan itu, imbuh Kang DS, semua telah bekerja bersama siang malam, mengurai satu persatu masalah yang telah lama diabaikan.

Baca Juga:
Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

"Meski waktu 3,5 tahun bukan waktu yang cukup. Tapi pondasi perubahan itu telah ditanam dan kerja perubahan itu setiap detiknya terus kita lakukan," tandas Kang DS.

Ya, Bedas mulai digunakan dan digaungkan oleh Kang DS, sapaan Dadang Supriatna, saat dirinya mencalonkan diri sebagai Bupati Bandung di Pilkada 2020. Bedas juga diartikan Bersama Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan. Kemudian akronim dari Bedas merupakan visi misi Kang DS dalam pencalonannya yang berarti Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera.

Namun menurut penuturan Teja Sungkawa, sekretaris pribadi Kang DS, sebenarnya kata Bedas sudah mulai digunakan Kang DS, saat pencalonannya sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Dapil Jabar II. 

Awalnya, tutur Teja, Kang DS berdiskusi bersama tim inti pemenangan di grup WA, saat mau mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jabar di Pileg 2019. Cuma ketika itu Kang DS belum berbicara sampai singkatan atau akronim dari kata Bedas. 

Baca Juga:
Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

"Kami cuma mengartikan bahwa Bedas itu artinya berani, kuat dalam tekad, gede kawani, gitu aja. Waktu pencalonan Kang DS untuk menjadi anggota DPRD Jabar itu, Bedas merupakan singkatan dari Bersama Dadang Supriatna," kenang Teja.

Sampai akhirnya Kang DS lolos menjadi anggota DPRD Jabar dari Golkar. Tapi waktu itu, kata Bedas, belum begitu digaungkan ke masyarakat.

Tiba saatnya Pilkada Kabupaten Bandung 2020, Kang DS mencalonkan diri sebagai Bupati Bandung dan berpasangan dengan Sahrul Gunawan. Sehingga Bedas waktu itu diartikan Bersama Dadang-Sahrul. Dari kampanye Pilkada Kabupaten Bandung 2020 ini, tagline Bedas terus membahana.

"Saat tim merumuskan visi misi pencalonan Kang DS sebagai bupati, maka kata Bedas menjadi inspirasi untuk dijadikan visi misi sehingga merupakan akronim dari Bangkit, Edukatif, Dinamis, Sejahtera," ungkap Teja.

Turut terlibat dalam perumusan visi misi Kang DS waktu itu antara lain Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bandung Agus Yasmin (Kang AY), anggota DPRD Jabar Fraksi PKB Asep Syamsudin, juga terlibat Teja Sungkawa di dalamnya.

Teja bilang waktu itu Bangkit berasal dari kata Nahdloh, karena Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung lah yang waktu itu mendeklarasikan pertama kalinya mendukung Kang DS sebagai calon Bupati Bandung. Kebetulan juga kata Bangkit diambil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akhirnya mengusung Kang DS sebagai cabup dari PKB.

"Pada implementasinya setelah Kang DS menjadi bupati, Program Guru Ngaji itu dalam rangka membangkitkan marwah ulama," jelas Teja.

Sementara dari visi Edukatif, Kang DS tdak henti-hentinya memperjuangkan sektor pendidikan, agar akses pendidikan lebih merata di Kabupaten Bandung, antara lain dengan pembangunan gedung sekolah baru untuk SMP dan SMA.

"Sedangkan Dinamis, artinya adanya gerakan perubahan ke arah yang lebih baik," terang Teja. 

Agamis lebih ke arah kebijakan yg sifatnya keagamaan secara dominan,  seperti program-program yang memuliakan ulama seperti honor guru ngaji. Sejahtera, artinya kebijakan-kebijakan yang dibuat dalam rangka untuk kesejahteraan masyarakat.(*)

Baca Sebelumnya

Lima Kandidat Cabup/Cawabup Lumajang Merapat ke Partai Golkar

Baca Selanjutnya

Demokrat Pilih Walk Out saat Pencermatan Ulang Hasil Suara Pileg DPRD Jember

Tags:

bedas bandung bedas BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA pilbup bandung pilkada kabupaten bandung

Berita lainnya oleh Iwa AS

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Bupati Bandung Gercep  Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

11 April 2026 19:56

Bupati Bandung Gercep Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar