KETIK, BANDUNG – Tatacipta Dirgantara resmi menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) periode 2025–2030 setelah dilantik pada 20 Januari 2025 lalu. Prof Tatacipta menggantikan Reini Wirahadikusumah yang sebelumnya memimpin ITB selama lima tahun.
Prof. Tatacipta Dirgantara merupakan alumnus ITB. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknik Mesin pada 1993, kemudian melanjutkan program magister di kampus yang sama pada 1995, dan melanjutkan studi doktoral di Inggris hingga meraih gelar doktor dari Queen Mary University of London pada tahun 2000.
Prof. Tatacipta sendiri adalah rektor ITB yang kedelapan belas. Sebelum menjadi rektor, pria kelahiran 24 April 1970 ini dikenal aktif di dunia akademik dan manajemen kampus.
Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Ketua Kelompok Keahlian Mekanika Padatan dan Struktur Ringan, serta Wakil Direktur Hubungan Internasional ITB.
Selain itu, pria yang dikaruniai tiga orang anak itu juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan forum akademik nasional. Dalam bidang penelitian misalnya, Prof. Tatacipta memiliki pengalaman panjang di bidang teknik penerbangan dan struktur ringan.
Kemudian ia juga terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional, termasuk pengembangan teknologi ventilator saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Oleh karena itu, sejumlah penghargaan sudah pernah ia terima.
Di antaranya, penghargaan “People of the Year” dari Metro TV pada 2021 dan penghargaan Tokoh Transportasi Nasional dari Kementerian Perhubungan RI pada 2024.
Pada 20 Januari 2025, ia dilantik sebagai Rektor ITB periode 2025-2030. Sebelumnya, ia terpilih melalui sidang pleno Majelis Wali Amanat (MWA) ITB yang dipimpin oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor ITB. (*)
