Ungkap Kasus Cairan Fungisida Palsu, Kapolresta Bandung Diapresiasi Asosiasi CropLife Indonesia

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

5 Mar 2024 09:51

Thumbnail Ungkap Kasus Cairan Fungisida Palsu, Kapolresta Bandung Diapresiasi Asosiasi CropLife Indonesia
Direktur Eksekutif CropLife Indonesia Agung Kurniawan menyerahkan plakat kepada Kapolres Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo di Mapolresta Bandung, Selasa (5/3/24).(Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mendapat apresiasi dari Asosiasi Crop Life Indonesia, atas keberhasilan jajarannya mengungkap kasus dugaan penjualan cairan fungisida bermerek palsu. 

CropLife Indonesia merupakan asosiasi nirlaba yang mewakili kepentingan petani dan industry benih dan pestisida. Apresiasi diberikan oleh Direktur Eksekutif CropLife Indonesia Agung Kurniawan yang menyerahkan plakat kepada Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo di Mapolresta Bandung, Selasa (5/3/2024).

Kasus pembuatan dan penjualan pestisida bermerek palsu ini terungkap atas laporan dari dari pihak Syngenta Participation, pemilik sah merek dagang pestisida Sygenta. 

Dari kasus pemalsuan ini Polresta Bandung mengamankan dua pelaku antara lain berinisial DKA selaku penjual dan AM selaku pembuat cairan pestisida palsu. Pelaku menjual fungisida palsu itu secara online maupun offline. Kedua pelaku dan ribuan barang bukti diamankan di gudang pestisida palsu itu di Desa Tanjungsari Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung. 

Baca Juga:
Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Selain mereknya yang palsu, isi dari cairan fungisida itu juga palsu, tidak seperti yang aslinya karena formula cairannya pun tidak seperti. Hanya saja cairannya dibere pewarna agar tampak seperti pestisida Sygenta yang asli. 

Kapolresta Bandung mengatakan, terungkapnya kasus ini sebagai bentuk tanggung jawab Satgas Pangan Polresta Bandung untuk melaksanakan penindakan terhadap berbagai potensi yang dapat menyebabkan kelangkaan pangan seperti beras, maupun sumber daya pertanian lainnya.

Salah satunya adalah dengan melakukan penindakan terhadap peredaran pestisida palsu tersebut. Karena faktanya, kata Kapolresta Bandung, pestisida palsu seperti yang diamankan saat ini tidak dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Sebab bahan-bahan kimianya juga palsu, yang hasilnya tidak dapat mematikan hama. 

"Bahkan justru cenderung membahayakan dari tanaman-tanaman yang memakai pestisida palsu tersebut. Jadi, ini adalah sebagai tanggung jawab kami sebagai petugas untuk dapat melakukan penindakan terhadap potensi-potensi dapat menimbulkan kelangkaan pangan dan merugikan para petani, juga pemilik resmi merek dagang tersebut," tarang Kapolresta.

Baca Juga:
Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 100 dan Pasal 102 UU No 20/2016 tentang Merek, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(*)

Baca Sebelumnya

Berebut Kursi Terakhir di Dapil 1 Jember, Nasdem Klaim Menang

Baca Selanjutnya

Top, Barista Expat Roasters Berhasil Wakili Indonesia di ASEAN Barista Team Championship

Tags:

POLRESTA BANDUNG KAPOLRESTA BANDUNG pangan Satgas Pangan ketahanan pangan

Berita lainnya oleh Iwa AS

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

15 April 2026 20:50

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

15 April 2026 15:39

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar