Stadion Si Jalak Harupat: Monumen Gelora Kepahlawanan Oto Iskandar Di Nata

Jurnalis: Sungkara Anwar
Editor: Akhmad Sugriwa

3 Agt 2023 14:03

Thumbnail Stadion Si Jalak Harupat: Monumen Gelora Kepahlawanan Oto Iskandar Di Nata
Stadion Si Jalak Harupat Kab Bandung. (Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Nama Stadion Si Jalak Harupat diambil dari julukan pahlawan nasional Raden Oto Iskandar Di Nata yang lahir di Bojongsoang, 31 Maret 1897. Oto dikenal sebagai tokoh yang berani dan vokal dalam mengkritik pemerintahan kolonial Belanda yang merugikan Indonesia, baik saat dia masih bersekolah maupun setelah diangkat sebagai anggota Volkstaad (semacam DPR).

Atas keberaniannya tersebut, Oto diberi gelar Si Jalak Harupat yang diibaratkan seperti ayam jantan yang jika diadu selalu menang.

Semangat Oto sebagai Si Jalak Harupat juga hadir di dunia olah raga. Oto adalah ketua pertama gerakan keolahragaan di Indonesia pada masa penjajahan Jepang Gerakan Latihan Olahraga (GELORA) yang dikenal sebagai cikal bakal KONI saat ini. 

Ia pun sempat aktif di dunia jurnalistik serta berperan sebagai pendidik. Dia juga pernah mendidik seorang anak nakal yang di masa depannya dikenal sebagai Jenderal Polisi Drs. Hoegeng Iman Santoso, polisi yang paling berani dan jujur di Indonesia.

Baca Juga:
Mengenal Ollie Watkins dan Jonathan Rowe, Duo Bomber Inggris yang On Fire di Europa League

Foto Oto Iskanda Di NataOto Iskanda Di Nata

Penulis buku “Oto Iskandar Di Nata The Untold Story”, Iip D. Yahya menyebutkan, peran pahlawan asli Sunda tersebut sangatlah besar dalam meraih kemerdekaan Indonesia, tapi itu tidak pernah disebutkan di sejarah nasional. 

Menurutnya, selama ini masyarakat mengenal nama Oto Iskandar Di Nata (Otista) hanya sebagai pahlawan nasional yang namanya digunakan sebagai nama jalan atau nama gedung.

“Sayangnya, masyarakat Sunda sendiri banyak yang tidak tahu, bahwa ternyata mereka punya pahlawan yang juga orang Sunda dan bisa mereka contoh, juga mereka bangga-banggakan,” jelas Iip pada saat wawancara di LPPL Radio Kandaga, Rabu (2/8/2023).

Baca Juga:
Italia Gagal Lagi-Gagal Lagi! Bosnia Cetak Sejarah, Dramatis Lolos Piala Dunia 2026

Ia juga menambahkan, Otista juga hadir pada penyusunan naskah Proklamasi Kemerdekaan. Bahkan dia jugalah yang mendorong agar Soekarno-Hatta secara aklamasi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama. Selain itu,

Otista berperan sebagai perintis Badan Keamanan Rakyat (BKR) di zaman penjajahan Jepang, yang selanjutnya menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kok, tokoh yang memiliki peran seperti ini tidak ada yang tahu?” tanya Iip.

Ia menyayangkan sejarah tokoh asli Sunda tersebut tidak dikenal luas oleh masyarakat Sunda sendiri. Atas dasar itulah Iip menulis buku tentang Oto Iskandar Di Nata dan saat ini bersama Teater Sabtu Sore akan menampilkan pagelaran teater bertajuk “Sang Jalak Harupat” yang akan diselenggarakan pada 6-7 September 2023 di Gedung Budaya Soreang.

Pagelaran yang disutradarai oleh Linggah Hermawan tersebut akan mengangkat sejarah hidup Oto Iskandar Di Nata. Mulai dari saat dia masih bersekolah dan berani mendebat anggota Volkstraad, hingga menjelang kematian tragisnya, dibunuh dan dibuang di Situ Cimaung.

Selain bertujuan untuk memperkenalkan tokoh pahlawan Sunda kepada masyarakat Sunda itu sendiri, Linggah menyebutkan dirinya memiliki tanggung jawab moral sebagai orang Sunda, agar kisah kepahlawanan Si Jalak Harupat bisa diteruskan kepada generasi muda selanjutnya.

“Pertunjukkan ini cocok untuk segala usia, mulai dari anak-anak sekolah sampai orang dewasa. Sebab orang-orang seusia kita saja masih banyak yang belum tahu tentang beliau,” kata Linggah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik dan mengapresiasi pagelaran tersebut. Bupati berpendapat pagelaran ini akan mengingatkan kita akan perjuangan Oto Iskandar Di Nata sebagai bentuk cerminan bangsa yang besar serta menghargai jasa pahlawannya.

"Marilah kita membangun Indonesia yang lebih maju, lebih kuat, dan berbudaya  dengan bermodalkan semangat patriotisme para pahlawan dan pendahulu kita," serunya.(*)
 

Baca Sebelumnya

Pengamat Transportasi Khawatir Pengawasan Berkurang Jika SIM Berlaku Seumur Hidup

Baca Selanjutnya

BPIP Tanamkan Nilai Pancasila dan Keagamaan di UIN KHAS Jember

Tags:

Si Jalak Harupat stadion Piala Dunia U-17

Berita lainnya oleh Sungkara Anwar

Pengawasan Ekstra Panwascam Pasirjambu Hingga ke Pelosok Desa

9 Desember 2023 16:03

Pengawasan Ekstra Panwascam Pasirjambu Hingga ke Pelosok Desa

Panwascam Pasirjambu Belum Temukan Indikasi Pelanggaran di Masa Kampanye

9 Desember 2023 10:09

Panwascam Pasirjambu Belum Temukan Indikasi Pelanggaran di Masa Kampanye

Bupati Bandung Ungkap Kendala Percepatan Investasi Berskema KPBU ke Pemerintah Pusat

7 Desember 2023 16:27

Bupati Bandung Ungkap Kendala Percepatan Investasi Berskema KPBU ke Pemerintah Pusat

Mentan: Percepat Tanam Bisa Tekan Impor Beras

6 Desember 2023 09:45

Mentan: Percepat Tanam Bisa Tekan Impor Beras

Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

6 Desember 2023 08:42

Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Tata Kelola Satu Data, Impian Bupati Bandung Menuju Big Data

5 Desember 2023 10:48

Tata Kelola Satu Data, Impian Bupati Bandung Menuju Big Data

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar