Siswa MI Al Gozali Ciparay Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Kepsek

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

27 Jun 2024 08:53

Thumbnail Siswa MI Al Gozali Ciparay Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Kepsek
MI Terpadu Al Gozali, DI Desa Mekarlaksana Kec Ciparay, Kab Bandung.(Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Beberapa siswa di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Al Gozali, Desa Mekarlaksana Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oknum kepala sekolahnya bernama Ahmad. 

Saat ini kasus dugaan kekerasan sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bandung. Para siswa yang menjadi korban sudah dimintai keterangan saksi, didampingi oleh pengacara mereka. 

Menurut pengakuan beberapa orangtua siswa, kekerasan yang dilakukan oknum kepsek itu terjadi baru-baru ini. Terakhir, menimpa kepada dua orang siswa pada Rabu 19 Juni 2024.

Kepada orangtuanya, beberapa siswa mengaku ditampar pipinya hingga lebam oleh oknum kepsek hanya karena hal sepele, bahkan tidak jelas alasannya. Ada juga siswa yang dijewer telinganya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Kami tidak terima anak kami ditampar begitu saja. Dampaknya pun bukan karena luka memarnya saja, tapi ke kondisi psikologisnya juga jadi depresi. Anak kami jadi trauma. Sampai malamnya waktu tidur, setelah ditampar anak saya mimpi buruk sampai menangis," ungkap Ny Ida Yanti, salah satu orang tua siswa korban kekerasan saat ditemui di Desa Babakan Kecamatan Ciparay, Kamis (27/6/2024).

Bahkan ada sejumlah pindah yang langsung pindah dari sekolah itu karena mendapat kekerasan dan laporan ortu siswa kerap diabaikan.

Ida Yanti mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Ciparay. Namun Polsek Ciparay pun menyarankan agar ortu siswa melaporkannya ke Polresta Bandung dengan alasan ada Unit PPA yang bisa menanganinya. Siswa yang menjadi korban pun juga disarankan untuk menjalani visum terlebih dahulu di Puskesmas Ciparay.

Kasus ini sempat dimediasi Polsek Ciparay bersama pihak sekolah dan pemerintahan Desa Mekarlaksana. Namun beberapa ortu siswa mengaku tidak mau kasus ini hanya diselesaikan secara kekeluargaan. Mereka beralasan ingin memberikan efek jera ke pelaku kekerasan dan berharap aksi oknum kepsek itu tidak terulang lagi.

Baca Juga:
SMAN 1 Tulungagung Gelar Pisah Sambut Kepala Sekolah, Ini Harapannya

Hingga kini, belum ada dari pihak sekolah maupun pelaku kekerasan yang memberikan konfirmasi akan kasus ini setelah mereka dihubungi.

Menangapi kekerasan terhadap anak yang terjadi di madrasah ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Cece Hidayat mengatakan agar pihak sekolah baik kepsek, wali kelas, guru untuk berhati-hati dalam mendidik anak. Sebab kata Cece saat ini sudah rentan pihak sekolah dilaporkan karena tindakan kekerasan yang dilakukan guru atau kepala sekolahnya.

"Jangankan kekerasan fisik sekarang itu, anak di-bully saja tidak boleh. Karena itu kami dari Kemenag kerap melakukan edukasi atau pembinaan kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan kekerasan terhadap anak didiknya, khususnya di madrasah negeri," jelas Cece.

Cece mengaku terhadap madrasah swasta, kewenangannya ada di pihak yayasan. Kemenag dalam hal ini hanya akan memberikan pembinaan ke pihak sekolah. (*)

Baca Sebelumnya

Super Lengkap, EastFood 2024 Surabaya Pamerkan 250 Produk Industri dan Kemasan

Baca Selanjutnya

Disnakertrans Simeulue Gelar Sosialisasi WLKP, Perluas Akses Pencari Kerja

Tags:

Madrasah  kekerasan kekerasan anak kepsek Kepala Sekolah

Berita lainnya oleh Iwa AS

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

15 April 2026 15:39

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar