Rakortek Bangga Kencana, Kebijakan Kependudukan Tidak Bisa Diseragamkan untuk Semua Wilayah

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

10 Sep 2024 10:08

Thumbnail Rakortek Bangga Kencana, Kebijakan Kependudukan Tidak Bisa Diseragamkan untuk Semua Wilayah
Plh) Kepala BKKBN Tavip Agus Rayanto membuka Rakortek Bangga Kencana) Bidang Dalduk di Soreang, Kab Bandung,  Senin (9/9/2024) malam. (Foto:BKKBN)

KETIK, BANDUNG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bidang Pengendalian Penduduk II Tahun 2024 di Soreang, Kabupaten Bandung,  Senin (9/9/2024) malam. 

Rakortek diikuti seluruh tim Kedeputian Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat dan Tim Kerja Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi se-Indonesia.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BKKBN Tavip Agus Rayanto menjelaskan, rakortek ini untuk  menyusun kebijakan jangka menengah dan panjang bidang kependudukan. Hal ini mengingat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024 sudah habis dan akan memasuki tahun 2025. 

"Oleh karena itu perlu ada penyesuaian kebijakan khususnya di bidang kependudukan, dikaitkan dengan visi misi presiden terpilih untuk lima tahun ke depan," jelas Tavip kepada wartawan seusai membuka rakortek.

Baca Juga:
Mendukbangga Wihaji Tekankan Pentingnya Keluarga dalam Menyiapkan SDM Indonesia Emas 2045

Menurutnya, dalam rakortek juga perlu didiskusikan perspektif kependudukan dalam jangka panjang khususnya 2045 menyongsong Indonesia Emas. 

"Terkait strategi-strategi afirmasi kewilayahan, program-program stressing-nya, aspek-aspek yang sudah tercapai apa, kemudian yang belum tercapai bagaimana cara mengejarnya, itu semua dibahas di rakortek ini," imbuh Tavip.

Rakortek juga ditujukan untuk mengorkestrasi wilayah-wilayah di mana masih ada Pemerintah Daerah yang sudah menindaklanjuti kebijakan pembangunan, tetapi ada yang belum optimal. Sebab situasi dan karakteristik antarwilayah menunjukkan keberagaman. 

"Karena itu, kebijakan kependudukan maupun kebijakan pembangunan pada umumnya tidak bisa diseragamkan untuk semua wilayah. Perlu kebijakan afirmatif untuk menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah, dengan cara mengidentifikasi tantangan-tantangan dan isu-isu di wilayah tersebut,”" tandas Tavip.

Baca Juga:
Pemudik Bisa Istirahat dan Konseling Keluarga, BKKBN Jabar Buka Posko Bangga Kencana 24 Jam

Tavip yang juga menjabat Sekretaris Utama BKKBN ini menekankan, untuk menyukseskan pembangunan menuntut perubahan mindset. Di sinilah perlunya peningkatan pelaksanaan pembangunan berwawasan kependudukan. 

Dia mencontohkan penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang belum banyak menjadi acuan dalam penyusunan perencanaan pembangunan di daerah. Selama ini, ungkap Tavip, GDPK di daerah-daerah. banyak berhenti di dokumen. Padahal seharusnya menjadi mainstream pembangunan di daerah. 

"Tidak ada pembangunan yang tidak ada hubungannya dengan penduduk.  Oleh karena itu, ini harus menjadi perhatian dalam menyusun perencanaan berbasis kependudukan. Khususnya, bisa berbasis afirmasi. Bagi daerah-daerah yang sudah baik untuk dipertahankan, untuk daerah yang kurang tentu perlu akselerasi agar bisa lebih cepat,” pungkas Tavip.(*)

Baca Sebelumnya

Bupati Bassam Kasuba Tetapkan Wisata Rohani Gratis Bagi Pendeta di Halmahera Selatan

Baca Selanjutnya

Memutus Penyebaran Informasi Bohong dan Pencemaran Nama Baik di Era Digital Berdasarkan UU ITE

Tags:

BKKBN BKKBN Jabar kependudukan penduduk pengendalian penuduk

Berita lainnya oleh Iwa AS

Disbud Kabupaten Bandung Kini Punya Jingle Resmi Karya Seniman Lokal

19 April 2026 13:13

Disbud Kabupaten Bandung Kini Punya Jingle Resmi Karya Seniman Lokal

Bupati Bandung: Tidak Perlu Kirim Karangan Bunga, Cukup Upacara dan Sidang Paripurna

18 April 2026 20:44

Bupati Bandung: Tidak Perlu Kirim Karangan Bunga, Cukup Upacara dan Sidang Paripurna

Bupati Bandung Bakal Bangun 15 Jembatan Baru di Atas Sungai Cisunggalah

18 April 2026 16:41

Bupati Bandung Bakal Bangun 15 Jembatan Baru di Atas Sungai Cisunggalah

Wisatawan Australia Kepincut Borondong di Bandung Bedas Expo 2026

18 April 2026 16:06

Wisatawan Australia Kepincut Borondong di Bandung Bedas Expo 2026

Bunda Pajak Emma Dety Ajak Kader PKK Kabupaten Bandung Jadi Duta Pajak di Lingkungan Masyarakat

18 April 2026 15:30

Bunda Pajak Emma Dety Ajak Kader PKK Kabupaten Bandung Jadi Duta Pajak di Lingkungan Masyarakat

Usai Buka Bandung Bedas Expo 2026, Bupati KDS Langsung Tinjau Lokasi Banjir

17 April 2026 15:34

Usai Buka Bandung Bedas Expo 2026, Bupati KDS Langsung Tinjau Lokasi Banjir

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda