Kualitas Penduduk Jadi Tantangan Jawa Barat di Indonesia Emas 2045

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

12 Jul 2024 03:49

Thumbnail Kualitas Penduduk Jadi Tantangan Jawa Barat di Indonesia Emas 2045
Kaper BKKBN Jabar, Fazar Supriadi Sentosa (kiri) saat seminar Proyeksi Kependudukan Jabar di Kantor Perwakilan BKKBN Jabar, Kamis (11/7/24). (Foto: BKKBN)

KETIK, BANDUNG – Dalam aspek kependudukan, Provinsi Jawa Barat saat ini dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.

Demikian kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa, saat seminar Proyeksi Kependudukan Jawa Barat di Kantor Perwakilan BKKBN Jabar, dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Dunia, Kamis (11/7/2024). 

Berdasar data, jumlah penduduk Jabar pada tahun 2024 mencapai 50.345.189 Jiwa, dengan Laju Pertumbuhan Penduduk tahun 2024 sebesar 0.97%. Di mana rasio ketergantungan semakin meningkat dan mencapai 47,02 di tahun 2035. 

"Sehingga dengan demikian, diperkirakan Jawa Barat masih menikmati Bonus Demografi hingga 2043," ucap Fazar. 

Baca Juga:
Mendukbangga Wihaji Tekankan Pentingnya Keluarga dalam Menyiapkan SDM Indonesia Emas 2045

Namun di saat yang sama, tukas Fazar, pada tahun 2024 Jabar memasuki era aging population (penduduk usia >60 tahun= 10.83%) di mana proyeksi proporsi penduduk umur 60 tahun ke atas menjadi 16,51 persen (8.988.380 penduduk) pada tahun 2035. Umur Harapan Hidup (UHH) terus meningkat dan mencapai 76,41 tahun pada 2035, di mana sebelumnya sebesar 74 tahun pada 2020. 

Dengan situasi dan kondisi kependudukan tersebut, Jabar memiliki tantangan dan peluang dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Salah satunya yaitu tantangan kualitas penduduk. 

"Jumlah penduduk usia 15-64 tahun yang masih besar dengan kualitas yang belum memadai untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan keluarganya, serta menyiapkan untuk menjadi lansia mandiri. Di sisi lain, pasar kerja didominasi sektor informal, sementara sistem jaminan sosial belum mapan," lanjut Fazar. 

Fazar juga menuturkan bahwa Bonus demografi memberikan peluang dan juga tantangan bagi Jawa Barat. Dengan banyak penduduk usia produktif, maka pertumbuhan ekonomi dapat bertumbuh dengan lebih cepat.

Baca Juga:
PT Waskita Kebut Sekolah Rakyat di Tuban, Target Rampung Juni 2026

"Namun terdapat beberapa prasyarat yang harus dipenuhi agar pekerja produktif dapat masuk ke dalam dunia kerja. Pertama, investasi terhadap sumber daya manusia sejak dini. Kedua, sumber daya manusia yang berdaya saing dan Ketiga, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan," pungkas Fazar.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan Perkumpulan Studi Aksi Kependudukan (PSAK-SA). Turut hadir langsung Ketua PSAK-SA, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar, tamu kehormatan Duta Besar Vanuatu untuk RI Nadjib Riphat Kesoema, Juang Kencana dan undangan dari berbagai universitas. (*)

Baca Sebelumnya

Cabup Nganjuk Aushaf Fajr Wadahi Potensi Atlet Muda Bola Voli

Baca Selanjutnya

Aneh! Muhadjir Dukung Mahasiswa Bayar UKT Pakai Pinjol

Tags:

BKKBN BKKBN Jabar kependudukan Indonesia Emas 2045 Indonesia emas

Berita lainnya oleh Iwa AS

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Bupati Bandung Gercep  Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

11 April 2026 19:56

Bupati Bandung Gercep Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar