KETIK, BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki mengajak generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa dan Gen Z, menjadi motor perubahan dalam mengatasi persoalan sampah melalui gerakan memilah sampah sejak dari rumah.
Menurut Hailuki, persoalan sampah tidak akan selesai hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat, terutama generasi muda, menjadi faktor utama dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Generasi muda harus menjadi pelopor perubahan. Mulailah dari hal sederhana, seperti memilah sampah dari rumah dan mengajak lingkungan sekitar melakukan hal yang sama," kata Hailuki di Soreang, Selasa, 30 Juni 2026.
Politikus Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung itu mengatakan edukasi mengenai pengelolaan sampah harus terus diperkuat agar tumbuh kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Ia juga mendorong pembentukan unit bank sampah di setiap RW sebagai wadah pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus sarana pendidikan lingkungan bagi generasi muda.
"Bank sampah ini nanti jadi asuhan bank sampah induk binaan Bank BUMN dan BUMD di Kabupaten Bandung. Jadi bukan bank sampah seperti pemulung sampah konvensional, bukan!" tandas Luki.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa, pelajar, dan komunitas akan mempercepat lahirnya budaya baru dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung.
"Kalau kesadaran itu tumbuh dari anak-anak muda, saya optimistis persoalan sampah akan lebih cepat teratasi," ujarnya.
Hailuki berharap gerakan tersebut mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.(*)
.png)