KETIK, MALANG – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., membagikan kisah masa kecilnya sebagai cerminan lahirnya nilai-nilai demokrasi Indonesia saat menyampaikan Orasi Kebangsaan di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Selasa, 7 Juli 2026.

Dalam orasi bertema "Merawat Demokrasi dan Supremasi Hukum dalam Bingkai Nilai-Nilai Kearifan Lokal Menuju Indonesia Emas", Yusril menegaskan bahwa pandangannya mengenai demokrasi tidak hanya dibentuk melalui pendidikan dan perjalanan karier, tetapi juga berasal dari pengalaman hidup di lingkungan masyarakat yang majemuk sejak kecil.

"Bagi saya tema ini adalah sesuatu yang sangat dekat sekali kaitannya dengan perjalanan hidup pribadi saya dari kecil sampai sekarang ini. Dan ini juga merupakan satu tema yang sangat penting untuk kita pahami, kita renungkan, dan kita hayati bersama-sama," ujar Yusril.

Yusril kemudian mengajak peserta orasi menengok kembali masa kecilnya di Bangka. Ia menceritakan bagaimana masyarakat di daerah tersebut hidup berdampingan meski berasal dari beragam suku, budaya, dan latar belakang.

"Penduduknya sekitar 50 persen orang Melayu, sisanya berasal dari Jawa, Madura, Sumatera, Yogyakarta, dan masyarakat keturunan Tionghoa. Kami terbiasa hidup dalam satu kebersamaan," katanya.

Baca Juga:
Menko Yusril di Unikama: Demokrasi Indonesia Lahir dari Nilai-Nilai Kearifan Lokal

Menurut Yusril, keberagaman yang ia rasakan sejak kecil justru mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan. Nilai itu tumbuh secara alami dalam kehidupan masyarakat dan menjadi modal sosial yang menjaga keharmonisan antarsuku maupun antarumat beragama.

"Ada adat orang Melayu yang sangat kuat. Mereka saling menghormati satu dengan yang lain," tuturnya.

Pengalaman tersebut, kata Yusril, menjadi bukti bahwa demokrasi Indonesia tidak hanya bertumpu pada konstitusi dan aturan hukum. Demokrasi juga tumbuh dari budaya saling menghargai yang telah lama hidup dalam masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal bangsa.

Orasi Kebangsaan di Unikama diikuti ratusan dosen, mahasiswa, guru, serta tamu undangan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Yusril juga meresmikan Pusat Kajian Konstitusi dan Demokrasi Unikama yang diharapkan menjadi pusat pengembangan riset, kajian akademik, serta pemikiran strategis di bidang hukum tata negara dan demokrasi. (*)

Baca Juga:
Dapat Uang Saku hingga Rp1,4 Juta per Bulan, Unikama Buka Pendaftaran KIP Kuliah 2026 hingga Akhir Juli