Workshop Santri Berseri, Kemenag Jatim: Ubah Kebiasaan Santri untuk Hidup Bersih dan Sehat

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Mustopa

13 Agt 2024 08:51

Thumbnail Workshop Santri Berseri, Kemenag Jatim: Ubah Kebiasaan Santri untuk Hidup Bersih dan Sehat
Workshop Santri Berseri mulai dibuka di Kemenag Jatim, Selasa (13/8/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kementrian Agama (Kemenag) Jatim menggandeng Uniliver dan NGO Spekta menggelar Workshop Santri Berseri. Hal ini dilakukan untuk mengubah kebiasan santri dan santriwati di pondok pesantren untuk menerapkan hidup bersih dan sehat.

"Workshop ini memberikan pelajaran bagi santri untuk mulai mengubah kebiasaan buruk terlebih soal kebiasaan untuk menjaga kesehatan," ucap Kabid Diniyah dan Pondok Pesantren Muhammad As'adul Anam kepada Ketik.co.id di Kemenag Jatim di Jalan Raya Juanda, Selasa (13/8/2024).

As'ad menjelaskan melalui Workshop Santri Berseri ini, pihaknya mengajak pondok pesantren yang ada di Jawa Timur untuk mulai maju dan berkembang dan bisa menerima perubahan paradigma masyarakat.

"Jangan sampai pesantren yang merupakan lembaga pendidikan agama Islam asli Indonesia ini dibiarkan begitu saja, namun harus bisa berkembang lebih baik sehingga hal ini menjadi salah satu program dalam pemberdayaan pesantren," jelasnya.

As'ad mengajak pengasuh pondok pesantren untuk bisa terbuka dengan pola pengasuhan. Manajemen pesantren juga masuk dalam perubahan tersebut.

Untuk perizinan, pihak Kemenag Jatim setiap waktu melakukan kunjungan ke pesantren untuk memastikan aspek administratifnya terpenuhi.

"Selain itu memastikan prinsip-prinsip kemaslahatan ada di dalam pesantren seperti komitmen kebangsaan jadi bagian yang diperhatikan," beber As'adul Anam.

Foto Pemaparan workshop pesantren berseri yang digelar di Kantor Kemenag Jatim, Selasa (13/8/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)Pemaparan Workshop Santri Berseri yang digelar di Kantor Kemenag Jatim, Selasa (13/8/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

Menurutnya, di Jatim saat ini terdapat 7.009 pesantren yang tercatat di Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) atau yang sudah diurus izinnya.

"Jumlah ini selisih 1.000 dari yang ada saat ini. Jumlah santri ada 999.000 orang di Jatim, ini terbanyak nasional," ungkapnya.

Direktur Spektra Roni Sya'roni mengungkapkan, pihaknya sebagai NGO menjadi mediator dan fasilitator antara perusahaan dan pesantren serta masyarakat.

"Perusahaan punya program, pesantren punya program dan dipertemukan. Semua ini untuk pengembangan pendidikan pesantren," pungkasnya.

Sedangkan Nurdiana Darus, Head of Sustainability and Corporate Affairs Unilever Indonesia menjelaskan, kerja sama ini sebagai bentuk kepedulian dalam institusi pendidikan seperti pesantren di Jawa Timur.

Interaksi yang intens antar para santri yang belajar dan tinggal di pondok pesantren menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saling mencontohkan dan meniru berbagai hal positif, termasuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Sejak 2019 kami menyelenggarakan program Santri Berseri yang mengedepankan kekuatan peer-to-peer learning dalam penerapan PHBS dan personal grooming, dengan penekanan pada pentingnya kebersihan diri dan lingkungan serta konsumsi makanan bergizi seimbang,” jelas Nurdiana.(*)

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Baca Juga:
Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya
Baca Sebelumnya

MUI Kota Batu Tolak Pemberian Kontrasepsi Bagi Pelajar

Baca Selanjutnya

Cintanya Diputus, Seorang Pemuda di Situbondo Sebarkan Video Syur Pacarnya

Tags:

Workshop Pesantren Berseri pondok pesantren santri Kemenag Jatim Jawa timur NGO Spekta Uniliver

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar