KETIK, KEDIRI – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisainstek), Prof. Dr. Fauzan, mengingatkan para sarjana baru agar tidak hanya mengandalkan ijazah untuk meraih kesuksesan.
Kompetensi, kemandirian, dan karakter yang kuat menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan setelah lulus dari perguruan tinggi.
Pesan tersebut disampaikan Fauzan saat menghadiri Wisuda ke-68 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Tahun 2026. Ia menegaskan, kelulusan akademik merupakan awal perjalanan baru yang menuntut para sarjana mampu membuktikan kualitas diri melalui tindakan nyata.
Menurut Fauzan, ijazah pada dasarnya merupakan bukti administratif bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan. Namun, keberhasilan di dunia nyata tidak cukup ditentukan oleh gelar yang disandang.
"Kemandirian dan kehebatan tidak bisa hanya mengandalkan selembar ijazah. Semua itu harus didorong oleh karakter yang baik dan kuat," kata Fauzan di Kediri, Kamis 29 Oktober 2026.
Baca Juga:
Optimalkan Implementasi PUG, Kota Kediri Perkuat Akses Ekonomi hingga Layanan Publik InklusifIa menilai para lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kedalaman ilmu sekaligus kepekaan moral. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah harus mampu diterapkan untuk menjawab persoalan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Fauzan juga mengingatkan bahwa sarjana memiliki tanggung jawab sosial yang tidak boleh diabaikan. Mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif, termasuk membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
"Ada tanggung jawab sosial yang harus diemban oleh para sarjana baru, yaitu mengubah kehidupan mulai dari yang gelap menjadi terang, dari yang miskin menjadi tidak miskin, dan seterusnya. Tetapi itu semua harus dimulai dari kekuatan diri sendiri, sehingga mampu menjadi teladan bagi masyarakat," imbuhnya.
Menurut dia, tanggung jawab tersebut harus dimulai dari kemampuan membangun kualitas diri. Para lulusan perlu mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, dan membentuk karakter yang membuat mereka mampu menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga:
FinFest 2026 Kota Kediri Dorong Kreativitas Digital, Perluas Akses Keuangan hingga Perkuat Ekonomi DaerahFauzan menyebut Indonesia setiap tahun melahirkan tidak kurang dari dua juta sarjana dari berbagai perguruan tinggi. Jumlah tersebut perlu diimbangi dengan kontribusi nyata agar pendidikan tinggi turut mendorong kemajuan bangsa.
Sementara itu, Rektor UNP Kediri, Zainal Afandi berharap para wisudawan menjadi lulusan yang unggul, memiliki kedalaman ilmu, berbudi luhur, dan mampu bersaing di tingkat global.
Ia mengajak para sarjana mendarmabaktikan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
"Jadilah sarjana yang sujana, sarjana yang berilmu tinggi, berakhlak budi baik, dan bijaksana. Darmabaktikan gelar ini agar menjadi energi baru bagi bangsa yang maju, modern, dan beradab," kata Zainal.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak berhenti ketika mahasiswa menerima ijazah. Para lulusan dituntut terus mengembangkan kemampuan, memperkuat karakter, dan menunjukkan kontribusi melalui pekerjaan maupun pengabdian kepada masyarakat.(*)