Wisata Payung Songgoriti Kota Batu Kian Lesu, Pedagang Berangkat Pagi Pulang Malam Demi Pembeli

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Fisca Tanjung

4 Des 2025 15:01

Thumbnail Wisata Payung Songgoriti Kota Batu Kian Lesu, Pedagang Berangkat Pagi Pulang Malam Demi Pembeli
Kawasan Wisata Payung Songgoriti, Kota Batu, terpantau sepi tak ada pengunjung. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, BATU – Pedagang di kawasan Wisata Payung Songgoriti, Kota Batu, masih setia menanti kembalinya keramaian wisatawan. Dari tahun ke tahun, jumlah pengunjung terus menurun, membuat aktivitas jual beli kian lesu.

Hal itu dirasakan betul oleh Yuliani, istri Pak Mat, pedagang yang sudah membuka lapak sejak 1985. Meski sepi, pasangan asal Coban Rondo itu tetap datang sejak pagi hingga malam, berharap ada pembeli yang singgah.

Pada hari-hari biasa, Yuliani dan Pak Mat hanya melayani 1–2 pengunjung. Jika sedang mujur, mereka bisa mendapat pemasukan hingga Rp100.000. Namun, tak jarang mereka pulang hanya dengan membawa Rp50.000 per hari.

Baca Juga:
Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

"Jualannya gak mesti. Kadang jam 09.00 sudah di sini. Sepi sekarang kalau pagi, gak ada yang beli. Sekarang gak ada ramainya, paling sehari cuma 1-2 orang. Kalau ramai ya paling malam minggu," ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.

Foto Pedagang di Wisata Payung Songgoriti, Kota Batu, yang setia menunggu wisatawan ramai lagi. (Foto: Lutfia/Ketik.com)Pedagang di Wisata Payung Songgoriti, Kota Batu, yang setia menunggu wisatawan ramai lagi. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

Pak Mat sebenarnya punya tiga warung di area Wisata Payung 2. Namun, dari semuanya, hanya satu yang masih berjalan normal.

Baca Juga:
Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

Meski begitu, di tengah sepinya pengunjung, Pak Mat dan Yuliani tetap rajin merawat dan merapikan ketiga warung itu. Saat tim Ketik.com datang, Pak Mat bahkan tampak sibuk menyapu salah satu warung yang tak didatangi satu pun pembeli.

"Biasanya orang masih datang ke sini untuk istirahat, ngopi, makan. Paling ramai pas liburan, ada orang. Kalau berangkatnya siang itu rasanya sayang karena takutnya ada yang datang buat beli," ungkapnya. 

Yuliani menceritakan, dulu warung-warung yang berada di kawasan Wisata Payung selalu dipenuhi oleh pembeli. Mayoritas pembeli yang datang merupakan tamu-tamu yang menginap di vila Songgoriti. 

Para pedagang mungkin tidak lagi merasakan hiruk pikuk seperti masa kejayaan Songgoriti, tetapi tekad untuk bertahan selalu mereka tunjukkan. 

"Dulu di sini atapnya masih pakai terpal lalu dikasih bambu. Ramai pembeli yang datang, bahkan ada yang bisa biayain anaknya sekolah sampai S3. Kalau sekarang harus nunggu sampai malam buat dapat pembeli," ucapnya. 

Yuliati mengaku tak memiliki pilihan lain selain bertahan berjualan di sana. Ia hanya berharap wisata Songgoriti kembali ramai dan pedagang kembali merasakan rezeki yang layak.

"Cuma ini yang diharapkan karena mau kerja apa lagi, makanya ditelateni. Dapat sedikit ya diterima, dapat banyak ya alhamdulillah. Mau ternak sapi ya gak bisa karena sudah tua. Sekarang mau cari pegawai buat bantu jualan juga gak bisa bayarnya," tutupnya. 

Baca Sebelumnya

Banyuwangi Jadi Kabupaten Terbaik Se-Indonesia 2025, Mendagri, Bappenas, BPS hingga Tempo Media Jurinya

Baca Selanjutnya

WOW HEBAT! Jatim Raih Penghargaan ProKlim Terbanyak di Tanah Air, Ini Pesan Gubernur Khofifah Jaga Lingkungan dan Turunkan Emisi

Tags:

Kota Batu Songgoriti Wisata Payung Songgoriti Wisata Payung Batu pedagang sepi GerebekBatu Gerebek Batu

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar