Wawali Pekalongan Inginkan Formula Tepat dan Kolaboratif Tekan Angka Kemiskinan

Jurnalis: Ari Siswanto
Editor: Rahmat Rifadin

17 Nov 2025 18:21

Thumbnail Wawali Pekalongan Inginkan Formula Tepat dan Kolaboratif Tekan Angka Kemiskinan
Rakor TKPK Pemkot Pekalongan di Ruang Buketam Setda Kota Pekalongan, Senin (17/11/2025). (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama berbagai pemangku kepentingan, berlangsung di Ruang Buketam Setda Kota Pekalongan, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, dan turut dihadiri Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto, serta 100 peserta yang berasal dari instansi pemerintah, lembaga sosial, lembaga keagamaan, dunia usaha, akademisi, dan lembaga keuangan.

Wawalkot Balgis menegaskan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder secara menyeluruh. Pihaknya menekankan bahwa, tantangan penanggulangan kemiskinan semakin kompleks dan harus dihadapi dengan formula yang tepat, kolaboratif, dan berkelanjutan.

"Kali ini ada rapat koordinasi TKPK Kota Pekalongan. Untuk menanggulangi kemiskinan ini, Pemkot Pekalongan tidak bisa berdiri sendiri. Kami membutuhkan peran semua stakeholder baik pemerintah, masyarakat, akademisi, lembaga usaha, hingga lembaga keuangan. Tim TKPK ini terdiri dari orang-orang terpilih yang kami harapkan mampu merumuskan formula terbaik untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Pekalongan,” ujarnya.

Baca Juga:
Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

Ia mengungkapkan bahwa, selama ini Pemkot telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk program penanggulangan kemiskinan dari berbagai sektor, mulai ekonomi, sosial, pendidikan, hingga kesehatan. Pada perubahan anggaran tahun berjalan saja, alokasi mencapai sekitar Rp67 miliar.

Namun demikian, ia mengakui bahwa, penurunan angka kemiskinan belum menunjukkan hasil yang signifikan.

“Anggarannya sangat besar, tapi penurunannya masih nol koma sekian digit. Bahkan setelah direview oleh tim peneliti UIN Gusdur, capaian tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran. Kami melihat masyarakat bukan hanya membutuhkan bantuan dana, tetapi juga pendampingan menyeluruh, edukasi, dan motivasi agar mereka mampu keluar dari kemiskinan. Perubahan itu harus datang dari diri mereka sendiri, dan pemerintah hadir untuk mendorong perubahan tersebut,” imbuhnya.

Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto, menjelaskan bahwa, rakor TKPK kali ini menghadirkan narasumber dari tim peneliti UIN Gusdur Pekalongan. Para peneliti tersebut telah melakukan riset bersama Bapperida Kota Pekalongan untuk mengevaluasi program penanggulangan kemiskinan di Kota Pekalongan sepanjang tahun 2025 hingga triwulan ketiga.

Baca Juga:
Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

“Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana efektivitas program penanggulangan kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, serta memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Melalui rapat ini, TKPK dapat menentukan prioritas program yang lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa, tantangan tahun depan tidak mudah, mengingat pada 2026 Pemkot Pekalongan akan mengalami keterbatasan anggaran akibat kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Kendati demikian, Andrianto optimistis upaya penanggulangan kemiskinan tetap dapat dijalankan secara maksimal melalui strategi yang lebih fokus dan kolaboratif.

“Walaupun anggaran terbatas, kami berharap semangat teman-teman TKPK tidak berkurang. Kami ingin langkah-langkah yang ditempuh tetap mampu menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem secara konsisten,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andrianto juga mengapresiasi kinerja TKPK Kota Pekalongan yang pada penilaian tingkat Provinsi Jawa Tengah berhasil menempati posisi peringkat ketiga dengan kategori Sangat Baik, setelah Kota Semarang dan Kabupaten Pati.

“Ini pencapaian yang membanggakan. Ke depan kami berharap kinerja terus meningkat, terutama dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan stunting. Kami ingin Kota Pekalongan semakin baik dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Melalui forum rakor ini, dirinya menegaskan bahwa, pengentasan kemiskinan bukan hanya soal bantuan sosial, namun membutuhkan pendekatan multidimensi dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Kami berharap berbagai masukan hasil riset, evaluasi program, dan diskusi lintas sektor dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat miskin," tukasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Operasi Zebra Seulawah 2025 Dimulai, Pengendara Diimbau Lengkapi Surat dan Tertib Berlalu Lintas

Baca Selanjutnya

Kunker di Polres Bener Meriah, Kapolda Aceh Tekankan Penguatan Kamtibmas dan Pelayanan Publik

Tags:

Mencari formula atasi kemiskinan pemkot pekalongan wakil wali kota pekalongan wawali pekalongan kemiskinan kota

Berita lainnya oleh Ari Siswanto

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

5 Januari 2026 18:11

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

31 Desember 2025 18:00

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

30 Desember 2025 21:03

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

30 Desember 2025 19:52

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

29 Desember 2025 11:55

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

24 Desember 2025 11:15

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar