Namun, di balik pencapaian tersebut, para lulusan kini dihadapkan pada tantangan yang lebih besar, yakni membawa ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah, untuk memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.

Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, berpesan hal tersebut saat menghadiri acara Yudisium ITPA Tahun 2026, yang digelar di Gedung Serbaguna SDN 74 Gunung Gare, Kota Pagar Alam, Kamis (3/9).

Yudisium tahun ini diikuti 107 peserta, terdiri dari 58 laki-laki dan 49 perempuan.

Momen ini menjadi penanda berakhirnya satu fase pendidikan, sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja, dunia usaha maupun pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Sematkan Lencana Dharma Bakti untuk Kakanwil Kemenag Jatim di Hari Pramuka Ke-65

Dalam sambutannya, Hj. Bertha menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium.

Ia berpesan agar gelar akademik yang diperoleh tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah, bangsa dan negara.

“Perjalanan pendidikan tinggi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” ujar Hj. Wawako.

Menurut Bertha, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Kondisi tersebut membutuhkan generasi muda, yang mampu beradaptasi dengan perubahan, kreatif dalam melihat peluang, inovatif dalam menciptakan solusi serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi.

Baca Juga:
Senator Lia Istifhama Dukung Rencana Pemprov Jatim Kumpulkan Pengelola SPPG

Karena itu, lulusan ITPA diharapkan dapat mengambil peran dalam pembangunan Kota Pagar Alam Sumsel.

Berbagai bidang strategis dapat menjadi ruang bagi lulusan untuk menerapkan ilmu dan kemampuan yang dimiliki, mulai dari transformasi digital, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, ketahanan pangan hingga penguatan ekonomi lokal.

Wawako menekankan, sebagai lulusan perguruan tinggi berbasis teknologi, mereka tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi.

Para lulusan justru ditantang untuk mampu menciptakan inovasi yang menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

“Lulusan ITPA diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta inovasi digital yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, kreativitas dan inovasi generasi muda dapat diarahkan untuk memperkuat berbagai sektor yang menjadi kekuatan Kota Pagar Alam.

Teknologi, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas pemasaran produk UMKM, mendukung sektor pertanian hingga mempromosikan potensi pariwisata daerah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat dinilai menjadi kunci.

Sinergi lintas sektor diperlukan agar inovasi yang lahir dari lingkungan akademik tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diterapkan dan memberikan dampak langsung.

Mari kita bangun Pagar Alam dengan ilmu, kita majukan dengan inovasi, dan kita sejahterakan masyarakat dengan kolaborasi. "Dari Pagar Alam untuk Indonesia, dari generasi hari ini untuk Indonesia Emas 2045,” ajaknya.

Hj. Bertha juga berharap para lulusan tetap menjaga nama baik almamater dan tidak berhenti belajar setelah menyandang gelar akademik. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut setiap lulusan untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi.