KETIK, SURABAYA – Ribuan buruh bakal menggelar aksi demonstrasi hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026 di Surabaya. Mereka direncanakan menggelar aksi penyampaian aspirasi sekitar pukul 11.00 WIB.
Massa buruh yang menggelar demonstrasi ini diprediksi membuat sejumlah ruas jalan macet. Bagi para pengguna jalan, waspada jangan sampai terjebak dalam kemacetan.
Massa akan bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya. Mereka diawali berkumpul terlebih dahulu di Frontage Jalan A. Yani, tepatnya di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur sekitar pukul 11.00 WIB.
Setelah berkumpul di sana, massa kemudian bergerak menuju Jalan Pahlawan melintasi Wonokromo, Raya Darmo, Urip Sumoharjo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Blauran hingga Kebon Rojo.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Jazuli mengatakan, jumlah massa diperkirakan sekitar 1.000 orang. "Massa aksi kami perkirakan berjumlah seribu orang," tegasnya.
Baca Juga:
HUT Ke-81 Jawa Timur, Khofifah Beri Keringanan Pajak Kendaraan Selama Dua BulanNantinya setelah tiba di Kantor Gubernur Jawa Timur, buruh menyampaikan tuntutannya, berkaitan dengan perlindungan pekerja, pengupahan, jaminan sosial hingga perpajakan.
Selain tuntutan tersebut, buruh juga menyampaikan untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang perlindungan ketenagakerjaan, penolakan pengganti pesangon 0,5, revisi Permenaker 7/2026, penolakan upah murah.
Kemudian pengesahan Raperda Jatim tentang jaminan pesangon, serta pengesahan Pergub tentang optimalisasi jaminan sosial.
"Kami juga menuntut adanya reformasi pajak perburuhan, di antaranya hapus pajak JHT, hapus pajak pesangon, hapus pajak THR, hapus diskriminasi pajak penghasilan buruh perempuan, naikkan PTKP menjadi Rp10 juta," tegasnya saat dihubungi, Rabu, 30 September 2026.
Baca Juga:
Pramuka Jatim Berangkat ke PPSN VI, Kakanwil Kemenag Jatim Minta Santri Semangat Ikuti Semua AktivitasBuruh juga menuntut segera dibentuk Satuan Tugas (Satgas) PKH dan penguatan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
"Usut tuntas kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan buruh meninggal dunia di PT Great Wall Street," katanya.
Ia menyampaikan, aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak yang digelar buruh di sejumlah provinsi di Indonesia. (*)