KETIK, MALANG – Masyarakat diimbau waspada dan siaga terhadap potensi bencana di Kota Malang. Saat ini BPBD Kota Malang telah memetakan 4 kategori kerawanan bencana yang berpotensi mengintai warga di setiap kecamatan di Kota Malang. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Heru Mulyono, menjelaskan peta rawan bencana relah lama dirilis pada tahun 2024 untuk setiap kelurahan. Terdapat empat kategori kerawanan bencana yakni kelurahan rawan banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan juga rawan gempa. 

"Kalau gempa ini semuanya ya sebenarnya, tapi kita melihat bangunannya. Gempanya sama, tapi tingkat kekuatan bangunannya kan gitu. Kita mapping dengan Kementerian PUPRPKP melakukan sensus bangunan," ujarnya, Jumat 6 November 2026.

Jenis kerawanan di tiap kelurahan ditentukan berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah. Ia mencontohkan terdapat kelurahan yang tidak memiliki kerawanan banjir namun berpotensi terdampak cuaca ekstrem seperti pohon tumbang. 

"Ada kelurahan yang cuaca ekstremnya rendah, tapi tingkat kerawanan banjir tinggi, seperti di Kelurahan Klojen," katanya. 

Baca Juga:
Hari ke-17 Usai Kebakaran TPA Supit Urang, Asap Tersisa 30 Persen

Heru menjelaskan potensi cuaca ekstrem di Kecamatan Klojen cukup rendah karena padatnya bangunan. Namun, wilayah tersebut rawan mengalami genangan karena tingginya limpasan air yang antre masuk ke saluran drainase.

Kemudian kelurahan yang berada di kawasan DAS Brantas dan area dataran tinggi di Buring menjadi titik paling rawan terjasi potensi tanah longsor. 

"Jadi karakternya masing-masing berbeda setiap kelurahan. Nanti bisa coba masuk di website BPBD, kita sudah upload peta rawan bencana. Itu bukan data yang tertutup, itu terbuka," ungkapnya. 

Masyarakat juga diimbau untuk waspada dengan potensi curah hujan tinggi yang melanda Kota Malang dalam waktu dekat. Diprediksi hujan dengan intensitas tinggi berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Baca Juga:
Fakultas Syariah UIN Malang Review Kurikulum OBE, Perkuat Capaian Kompetensi Lulusan

"Kita siapkan peralatan yang terkait dengan kedaruratan lengkap, mulai dari bronjong, karung, bambu batang maupun sesek, bahkan sampai dengan spandek kita siap. Jadi kalau dulu pas kena angin pakai terpal-terpal, kita siapkan juga spandek dan galvalum," katanya. 

Pj Sekda Kota Malang, Dandung Djulharjanto menjelaskan telah memastikan kesiapan personel dan peralatan agar dapat digunakan dalam kkndisi darurat. Terlebih Kota Malang kerap dilanda bencana yang menuntut kewaspadaan masyarakat dan seluruh pihak. 

"BPBD juga telah menyiapkan kebutuhan darurat bagi masyarakat, termasuk ketersediaan bantuan pangan, sandang, dan makanan siap saji untuk mengantisipasi kondisi ketika warga tidak dapat menyiapkan makanannya sendiri," sebut Dandung. 

Ia turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap bencana, khususnya bencana hidrometeorologi. Terlebih saat ini Kota Malang sudah memasuki siklus musim hujan. 

"Terkait tingkat kerawanan wilayah, kelima kecamatan di Kota Malang seluruhnya berstatus rawan bencana. Berdasarkan hasil pemetaan dari pihak BPBD dan DPUPRPKP, setiap kecamatan dipastikan memiliki titik-titik lokasi tertentu yang membutuhkan perhatian serta pemantauan khusus," pungkasnya. (*)