KETIK, MALANG – Dinkes Kota Malang meminta masyarakat waspada dengan gejala TBC. Gejala yang kerap dianggap sepele seperti berat badan turun terus menerus, keringat di malam hari, hingga batuk berkepanjangan tidak bisa diabaikan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar menjelaskan TBC tidak hanya menjangit orang dewasa, namun juga anak-anak. 

"Kita merasa ada gejala-gejala, misalnya berat badan terus menerus turun, keluar keringat dingin malam hari, batuk yang lama lebih dari 2 minggu. Kemudian anak-anak balita berat badannya tidak naik 2 bulan berturut-turut. Itu bisa menjadi salah satu indikator untuk kita melakukan skrining TBC," ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.

Dinkes Kota Malang kembali menggencarkan deteksi dini TBC. Ulaya tersebut dilakukan untuk mempercepat upaya pencegahan dan penyembuhan sesuai dengan standar. 

"Kita memastikan bahwa benar-benar dalam posisi sehat. Makanya dilakukan deteksi dini atau skrining. Sesegera mungkin kita temukan, sesegera mungkin untuk diberikan tata laksana sesuai dengan standar. Begitu harapannya," lanjutnya. 

Baca Juga:
925 Warga Kota Malang Terjangkit TBC, Mayoritas Laki-Laki

TBC sendiri dapat dicegah dengan beberapa upaya, salah satunya menggunakan masker. Selain itu masyarakat juga diminta untuk menerapkan etika batuk untuk mencegah penyebaran penyakit menular melalui droplet. 

"Kemudian ketika di rumah kita melakukan gaya hidup sehat, antara lain juga membuka jendela kamar, ventilasi yang bagus, melakukan aktivitas fisik. Kemudian bayi-bayi harap dilakukan imunisasi pencegahan TBC. Juga lakukan aktivitas fisik, dan jangan lupa untuk kita makan makanan yang bergizi, gitu ya. Cuci tangan jangan lupa juga," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
27 Kasus TBC Ditemukan dari Skrining Mobile, Dinkes Malang Perluas Deteksi hingga September 2026