KETIK, SITUBONDO – Dalam sepekan ini Gas LPG mendadak menjadi barang yang dicari-cari oleh warga Situbondo. Bukan karena kebutuhannya meningkat, tetapi pasokan LPG ke Situbondo sering terhambat dampak dari PT Misi Mulia Petronusa (MMP) yang sedang bersengketa.

Keluhan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang sulit membeli LPG 3 kilogram tersebut, menjadi perhatian Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Sehingga, Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo terlibat perdebatan melalui siaran langsung TikTok dengan akun Pasopati Jatim, Sabtu 5 September 2026.

Dalam live TikTok tersebut, Mas Rio menyampaikan keberatannya terhadap aksi demonstrasi yang berdampak pada terhentinya operasional Bosowa Banyuwangi sebagai salah satu terminal LPG. “Silakan bagi yang ingin demo, tapi jangan mengakibatkan operasional perusahaan terhenti,” kata Mas Rio, dalam live TikTok akun Pasopati Jatim.

Dalam live TikTok tersebut, Mas Rio mengatakan, penyampaian aspirasi tetap diperbolehkan. Namun, persoalan antara masyarakat dan perusahaan semestinya diselesaikan tanpa menghentikan operasional yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

“Jika ada persoalan, selesaikan bersama. Tapi jangan sampai operasional yang menyangkut kebutuhan masyarakat banyak dihentikan,” kata Mas Rio.

Baca Juga:
Bupati Situbondo Ambil Langkah Cepat Sikapi Kelangkaan LPG

Sikap Mas Rio tersebut tidak lepas dari dampak gangguan distribusi LPG yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Situbondo. “Agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan pasokan LPG 3 kilogram, Pemkab sudah meminta Pertamina melakukan langkah mitigasi, termasuk mengupayakan tambahan pasokan LPG dari Gresik,” jelas Mas Rio.

Namun demikina, sambung Mas Rio, pasokan dari Gresik belum sepenuhnya dapat menggantikan pasokan dari Kabupaten Banyuwangi, karena Gresik juga harus memenuhi kebutuhan wilayah pelayanannya sendiri.

“Saya naik ke live TikTok akun Pasopati Jawa Timur, untuk menyampaikankan aspirasi masyarakat Situbondo yang kesulitan untuk membeli LPG 3 kilogram,” jelas Mas Rio.

Sementara itu, Manager Communication Pertamina Ahad Rahedi membenarkan adanya penutupan sementara operasional PT Misi Mulia Petronusa (MMP) atau Bosowa Banyuwangi.

Baca Juga:
Pasokan Elpiji 3 Kg Aman, Disperindag Jatim Aktif Awasi Distribusi di Lapangan

Penutupan itu berlangsung sejak 26 Agustus 2026. Ahad mengatakan bahwa, penutupan PT Misi Mulia Petronusa (MMP) terjadi, setelah demonstrasi berulang kali memblokir jalan menuju kantor Bosowa Banyuwangi.

“Penutupan sementara operasional perusahaan karena adanya aspirasi masyarakat yang berujung pada pemblokiran jalan menuju kantor Bosowa Banyuwangi,” ujar Ahad.

Sehingga, lanjut Ahad, kondisi tersebut membuat distribusi LPG sempat terganggu selama sekitar sepekan, termasuk ke wilayah Situbondo. “Pertamina, kini sedang mengejar proses pemulihan dengan meningkatkan penyaluran LPG di atas rata-rata harian,” tutur Ahad.

Dilain pihak, Lina warga Asembagus mengatakan, biasanya mudah dapat LPG, tetapi sekarang harus cari ke beberapa tempat. Sehingga, aktivitas memasak di dapur juga terganggu.

Hal senada juga dikeluhan pelaku UMKM. Bagi mereka, LPG bukan sekadar kebutuhan dapur, tetapi menjadi bagian penting dalam menjalankan usahanya. “Kalau gas sulit, usaha juga ikut terganggu. Kami berharap pasokannya segera normal lagi,” kata Halimah warga Besuki Situbondo. (*)