Warga Sebut Jalan Sultan Agung Pacitan Rusak Diduga Akibat Aktivitas Truk Tambang

Editor: Al Ahmadi

3 Feb 2026 14:37

Thumbnail Warga Sebut Jalan Sultan Agung Pacitan Rusak Diduga Akibat Aktivitas Truk Tambang
Truk-truk terparkir di lokasi pertambangan batu, uruk, koral dan pasir di sisi Jalan Sultan Agung, Pacitan, yang disebut warga memicu kerusakan jalan dan menyisakan lumpur, Senin, 2 Februari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Kerusakan dan lumpur di Jalan Sultan Agung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, disebut warga diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berat. 

Warga setempat, Sutrisno (54), menyebut truk-truk tambang kerap melintas setiap hari, bahkan hingga malam. 

Saat hujan turun, material tanah dari lokasi tambang hanyut ke badan jalan dan memperparah kondisi jalan.

“Kalau hujan, lumpur dari tambang kebawa ke jalan. Jadinya licin dan banyak kubangan,” ucapnya kepada Ketik.com, Selasa, 2 Februari 2026.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Meski demikian, warga mengaku tidak berani bertindak jauh karena Jalan Sultan Agung merupakan jalan wewenang kabupaten. 

Teguran kepada pihak tambang pun hanya berujung pada pembersihan jalan sementara.

“Ini jalan kabupaten, jadi kami tidak berani macam-macam. Kadang ditegur, baru dibersihkan,” tutur Sutrisno.

Foto Aktivitas truk muatan di Jalan Sultan Agung Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)Aktivitas truk muatan di Jalan Sultan Agung Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Ia mengatakan aktivitas pertambangan telah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir, meski sempat terhenti sementara.

“Kurang lebih sudah tiga tahunan, sempat berhenti karena ganti kontraktor,” katanya.

Ia menilai pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan terhadap aktivitas pertambangan tersebut sangat minim. 

Hingga kini, warga mengaku belum pernah ada komunikasi langsung maupun langkah nyata dari dinas terkait.

Terkait kompensasi, Sutrisno menyebut bantuan dari pihak tambang hanya berupa pembagian sembako setahun sekali menjelang Lebaran, dengan jumlah terbatas.

“Yang rumahnya dekat tambang dapat tiap bulan. Warga sekitar juga tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja,” imbuhnya.

Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menertibkan aktivitas truk tambang sekaligus memperbaiki Jalan Sultan Agung agar tidak terus membahayakan pengguna jalan.

“Harapannya jalan dibersihkan dan diperbaiki. Kalau hujan, harus ada yang membersihkan supaya tidak membahayakan,” pungkasnya.

Sementara itu, pengendara asal Kecamatan Kebonagung, Rahmawati (30) menilai kerusakan tersebut jalan sangat membahayakan pengguna jalan.

Saat musim kemarau, debu tebal mengepul setiap kali kendaraan melintas, sedangkan saat hujan jalan berubah menjadi licin.

“Setiap lewat situ selalu ada material tebal di jalanan. Kalau hujan licin, adek saya pernah jatuh di situ,” ungkap Rahmawati.

Akhirnya, banyak pengendara memilih melaju pelan demi menghindari risiko kecelakaan. 

“Harus hati-hati kalau lewat situ, jalannya parah,” ujarnya.

Pantauan di Jalan Sultan Agung, Krajan, Mentoro, Kecamatan Pacitan, menunjukkan ruas jalan sepanjang kurang lebih 900 meter dipenuhi tanah, lumpur, serta kubangan air. 

Aspal di sisi kiri dan kanan jalan tampak tenggelam dan tergerus, sementara sebagian badan jalan menyempit. 

Kondisi ini membuat kendaraan harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan karena permukaan jalan menjadi licin.

Disana, terdapat dua lokasi sumber aktivitas truk muatan berat. Diantaranya, di Gudang Pupuk PKG dan tambang galian C.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak terkait belum membuahkan hasil karena pihak berwenang belum dapat ditemui.(*)

Baca Sebelumnya

Pengurus KONI Banten 2025-2029 Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Ketua KONI Pusat

Baca Selanjutnya

HM Arum Sabil: Abdul Ghani, Pemimpin yang Membela Petani Tebu dan Menjaga Arah Bangsa

Tags:

Jalan Sultan Agung Jalan rusak Truk Tambang pacitan INFRASTRUKTUR Tambang Jawa timur

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar