KETIK, MALANG – ‎Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah dikabarkan memiliki 3 dapur SPPG, salah satunya di Jalan Nusakambangan. Tepatnya di depan Kelurahan Kasin Kota Malang. Warga sekitar membenarkan bahwasanya dapur SPPG untuk mendukung program MBG tersebut milik Rimzah.

‎"Iya (Dapur SPPG Kasin) milik Pak Dewan (Rimzah)," kata warga sekitar berinisial A ketika Ketik.com bertanya mengenai pemilik dapur SPPG di depan Kelurahan Kasin, Senin, 22 Juni 2026. 

‎Yang mengejutkan, diperoleh fakta dari A, bahwasanya dapur tersebut sudah tidak beroperasi sejak dua bulan yang lalu. Ketika Ketik.com melakukan pemantauan secara langsung, tidak ada aktivitas di tempat itu.

‎"Hanya ada pegawainya di dalam. Tidak tahu kenapa dua bulan ini berhenti," kata A yang rumahnya berseberangan langsung dengan SPPG Kasin tersebut.

‎Dikatakan A, kendati demikian Politisi Gerindra tersebut tidak pernah terlihat di SPPG Kasin. Yang terlihat adalah hanya para pegawainya. Selanjutnya A juga membeberkan aktivitas lainnya SPPG itu. Terutama kepedulian untuk warga sekitar.

‎"Hari Jumat kadang memberikan Jumat Berkah tapi tidak sering," terangnya. 

‎Diperoleh data dari media sosial, terdapat akun Instagram dengan nama @sppgnusakambangan_mlg. Akun tersebut kedapatan memfollow akun Instagram resmi milik Rimzah.

‎Diberitakan Ketik.com sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah membantah dirinya memiliki dapur SPPG MBG.

‎"Informasinya itu dari mana, dicek dulu apakah itu betul punya saya apa bukan. Setahu saya, yang saya sampaikan sekarang, saya tidak pernah memiliki satu pun dapur SPPG," tegas Rimzah, Rabu, 17 Juni 2026.

‎Berdasarkan informasi yang diterima oleh Ketik.com, Rimzah diduga memiliki SPPG tak hanya di Kota Malang, namun juga Pasuruan dan Lawang. Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Rimzah. 

‎"Dipastikan hoaks, dan bisa dicek. Benarkah ini punya Rimzah, betulkah administrasinya dan sesuai namanya Rimzah dan lain sebagainya, ituu bisa dicek aja," lanjutnya. 

‎Sebelumnya juga, Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah, menunjukkan inkonsistensi sikap terkait gelombang demonstrasi mahasiswa yang menuntut penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Sikap anomali politisi Partai Gerindra ini dinilai memperlihatkan karut-marut tata kelola pemerintahan saat ini.

‎Pada gelombang pertama aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Amarah Brawijaya, Senin 15 Juni 2026, Rimzah dengan lantang menyatakan dukungan terhadap tuntutan mahasiswa. Bahkan, ia bersama jajaran Fraksi Gerindra sempat mengutarakan permohonan maaf.

‎“Kami dari fraksi Gerindra mengucapkan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan pada hari-hari kemarin,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa yang mengepung Gedung DPRD Kota Malang.

‎“Dan kami meminta apapun yang menjadi keresahan oleh masyarakat semuanya, untuk program-program nasional pun supaya untuk dihentikan, yang menjadi keresahan, salah satunya yang seperti kalian sampaikan tadi, makan bergizi gratis, koperasi merah putih, dan lain sebagainya,” lanjut Rimzah.

‎Namun, pemandangan berbeda terlihat pada unjuk rasa gelombang kedua yang berlangsung hari ini, Rabu 17 Juni 2026. Rimzah tampak berbalik arah dari pernyataan sebelumnya.

‎“Kami dari Fraksi Gerindra melihat program strategis nasional yaitu program MBG sangat bermanfaat untuk masyarakat Kota Malang,” ucapnya. (*)

 

Baca Juga:
Miris! Anjungan Air Siap Minum Gratis di Kota Malang Dicorat-coret, Tugu Tirta Ajak Warga Ikut Mengawasi
Baca Juga:
Kalahkan Delegasi dari Berbagai Negara, Mahasiswi FISIP UB, Naghita Puteri Raih Honorable Mention SMUN 2026