Warga Pacitan Wajib Tau, Opname Pakai BPJS Tidak Ada Batasan Waktu

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

20 Jun 2025 14:21

Thumbnail Warga Pacitan Wajib Tau, Opname Pakai BPJS Tidak Ada Batasan Waktu
Calon peserta JKN mengantre untuk mendaftar asuransi kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Warga di Kabupaten Pacitan tak perlu khawatir soal durasi rawat inap meski menjadi pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Pasalnya hal tersebut tak mempengaruhi layanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan (faskes). 

BPJS mengklaim tidak ada aturan atau regulasi yang membatasi waktu rawat inap (opname) bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selama perawatan dibutuhkan secara medis, pasien berhak mendapat layanan hingga dinyatakan layak pulang oleh dokter.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

"Secara aturan itu tidak ada. Intinya, pasien BPJS dirawat sesuai indikasi medis. Apabila diagnosis dokter menyatakan perlu opname 5 hari, ya 5 hari. Tidak ada regulasi yang membatasi waktu," jelas Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pacitan, Yudi Purwanto, Jumat, 20 Juni 2025.

Yudi juga mengatakan masyarakat bisa melaporkan apabila mengalami kendala selama menjalani layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan telah menempelkan informasi kontak layanan pengaduan di setiap faskes mitra.

"Informasi layanan aduan sudah kami tempel di setiap fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Masyarakat bisa melaporkan bila mengalami kendala ataupun masalah," paparnya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Di lain sisi, pasien BPJS yang sempat dirawat beberapa bulan lalu, LY (19), asal Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, mengaku merasa bingung dan kecewa.

Setelah menjalani perawatan inap di Puskesmas setempat karena demam dan mual, ia diminta pulang setelah rawat inap selamat tiga hari meski menurutnya tubuhnya belum benar-benar pulih.

“Saya opname karena ada gejala demam berdarah, badan panas, mual, dan rasanya lemas semua,” ceritanya.

Saat itu, ia langsung ditangani petugas medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darahnya normal, suhu tubuh stabil, dan tidak ada tanda-tanda kegawatdaruratan.

Ia kemudian mendapat infus dan beberapa obat oral. Selama dirawat, mengaku memang kondisinya sedikit membaik. Namun, rasa mual masih sesekali muncul.

Dia pikir akan dirawat sampai benar-benar pulih. Tapi saat hari ketiga, ia dikabari besoknya diminta pulang.

“Saya pikir akan dirawat sampai benar-benar pulih. Tapi ibu saya dikabari mendadak oleh petugas kami diminta untuk pulang,” ujarnya.

Ia mengaku sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Ia merasa belum sepenuhnya pulih dan khawatir jika dipulangkan terlalu cepat. 

Namun, petugas medis menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, tidak ditemukan tanda-tanda penyakit berat seperti demam berdarah, tipus, atau leptospirosis.

“Hasilnya semua katanya normal. Kata dokter saya sudah cukup baik dan bisa lanjut pengobatan di rumah,” ungkapnya.

Perempuan itu lalu pulang dengan membawa obat dan jadwal kontrol. Meski mengikuti saran medis, ia mengaku masih menyimpan tanya.

“Saya bukan tidak percaya dokter, tapi rasanya belum fit. Saya juga sempat mikir, apa karena saya pakai BPJS, jadi dirawatnya cuma tiga hari?” katanya ragu. (*)

Baca Sebelumnya

Kisah Laili, Calon Siswa Sekolah Rakyat Kota Malang yang Bercita-cita Terbang Tinggi sebagai Pramugari

Baca Selanjutnya

Toni Firmansyah Lakukan Persiapan Mandiri, Jelang TC Timnas Indonesia U-23

Tags:

BPJS Kesehatan pacitan Kesehatan di Pacitan BPJS KESEHATAN DI PACITAN

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda