Warga Mojokerto Temukan Arca Diduga Peninggalan Majapahit di Area Pemakaman, BPKW Lakukan Kajian Identifikasi Tokoh

Jurnalis: Sholahudin
Editor: Fisca Tanjung

13 Okt 2025 09:48

Thumbnail Warga Mojokerto Temukan Arca Diduga Peninggalan Majapahit di Area Pemakaman, BPKW Lakukan Kajian Identifikasi Tokoh
arca yang ditemukan warga dusun mojojejer desa pesanggrahan kecamatan kutorejo mojokerto (foto : sholahudin/ ketik.com

KETIK, MOJOKERTO – Warga Dusun Mojojejer, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dikejutkan oleh penemuan sebuah patung saat mereka menggali makam di tengah area pemakaman umum desa.

Arca yang diduga merupakan peninggalan zaman Majapahit itu sebenarnya sudah ditemukan sekitar tiga hingga empat tahun lalu. Namun, penemuan tersebut baru dilaporkan secara resmi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) pada Senin, 6 Oktober.

Foto lokasi penemuan arca dewa di makam umum desa pesanggrahan kutorejo mojokerto (foto : sholahudin/ ketik.com)lokasi penemuan arca dewa di makam umum desa pesanggrahan kutorejo mojokerto (foto : sholahudin/ ketik.com)

"Warga waktu itu gali buat pemakaman, nemu tapi gak berani bawa (pulang). Jadi ditaruh di situ (ruang penyimpanan keranda mayat), sekitar 3 sampai 4 tahun lalu," ucap Muhammad Anis Kepala Dusun Mojojejer, Desa Pesanggrahan, Senin 13 Oktober 2025

Baca Juga:
Kodim 0815 Mojokerto Salurkan 36 Truk Operasional untuk Desa dan Koperasi Merah Putih

Anis menuturkan bahwa pada saat penemuan arca itu, ia belum menjabat sebagai kepala dusun. Ia juga menjelaskan bahwa warga setempat menganggap area pemakaman umum tersebut sebagai tempat yang sakral.

Pasalnya, di tengah area pemakaman tersebut terdapat makam sesepuh yang dipercaya sebagai tokoh pembuka wilayah, yakni Mbah Sanusi atau yang lebih dikenal warga setempat sebagai Mbah Jengglot, beserta makam istrinya.

Arca itu sendiri ditemukan tak jauh dari makam Mbah Jengglot, yakni hanya berjarak dua sampai tiga meter saja. Alhasil, arca tersebut pun diletakkan dalam ruang penyimpanan keranda jenazah yang berjarak sekitar 50 meter.

"Jadi ya gak di bawa, warga beranggapan ini punyanya yang babat alas. Jadi pada takut bawa pulang," tambah dia.

Baca Juga:
BPJS Ketenagakerjaan Launching Layanan Lapak Asik, Begini Cara Pengajuan Klaim

Foto tim bpkw 11 jatim dan dispbudporapar kabupaten mojokerto meneliti arca dewa temuan warga ( sholahudin/ ketik.com)tim bpkw 11 jatim dan dispbudporapar kabupaten mojokerto meneliti arca dewa temuan warga ( sholahudin/ ketik.com)

Arca setinggi 45 sentimeter, dengan lebar 18 sentimeter dan tebal alas 4 sentimeter itu, menggambarkan sosok yang duduk bersila dengan kedua tangan diletakkan di atas lutut tanpa membawa atribut dewa. Menurut tim BPKW, ketiadaan atribut tersebut membuat identifikasi sosok dalam arca ini menjadi cukup sulit.

“Kalau dilihat sekilas ini arca dewa. Tapi untuk memastikan dewa siapa, masih perlu penelitian lebih lanjut. Tidak bisa sembarangan mengambil kesimpulan karena arca ini tidak membawa atribut khusus,” ujar Analis Cagar Budaya dan Permuseuman Arkeolog BPK Wilayah XII, Ning Suryati.

Arca tersebut tampak mengenakan kain dengan selendang di bagian depan kaki. Selain itu, terdapat mahkota, kalung, gelang, kelat bahu, serta sandaran atau stela di belakang tubuh arca.

BPKW berencana mengeluarkan rekomendasi kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) untuk tindak lanjut pelestarian. Opsi penanganan masih bergantung pada kesepakatan warga setempat.

“Kalau masyarakat menolak dipindah, arca akan tetap berada di lokasi temuan, dengan catatan harus dalam pengawasan masyarakat agar tidak hilang. Namun jika masyarakat setuju dipindahkan, kami akan merekomendasikan agar arca dibawa ke Pusat Informasi Majapahit (PIM),” jelasnya.

Nama Desa Pesanggrahan sendiri dianggap memiliki konotasi sejarah. Istilah pesanggrahan merujuk pada tempat singgah atau peristirahatan.

Tim BPKW juga membuka kemungkinan untuk menelusuri apakah lokasi tersebut pernah menjadi tempat singgah Raja Hayam Wuruk saat menuju Candi Jawi atau kawasan lain pada masa Majapahit.

Baca Sebelumnya

Jalan Dalam Kota Lebak Dipenuhi Parkir Liar, Pengguna Jalan Merasa Terganggu

Baca Selanjutnya

Biayai Pasien Berantas, Dinas Kesehatan Situbondo Gunakan Anggaran DBHCHT

Tags:

arcadewa bpkw11jatim dispbudporapar kabupaten mojokerto Mojokerto Pesanggrahan kutorejo

Berita lainnya oleh Sholahudin

Pemkab Mojokerto Perketat Pengawasan TKA Usai Insiden Maut di PT SPS

7 April 2026 15:49

Pemkab Mojokerto Perketat Pengawasan TKA Usai Insiden Maut di PT SPS

Kodim 0815 Mojokerto Salurkan 36 Truk Operasional untuk Desa dan Koperasi Merah Putih

7 April 2026 14:00

Kodim 0815 Mojokerto Salurkan 36 Truk Operasional untuk Desa dan Koperasi Merah Putih

BPJS Ketenagakerjaan Launching Layanan Lapak Asik, Begini Cara Pengajuan Klaim

7 April 2026 12:39

BPJS Ketenagakerjaan Launching Layanan Lapak Asik, Begini Cara Pengajuan Klaim

Pemkot Mojokerto Perketat Pengawasan Usaha, Dorong Kepatuhan dan Iklim Investasi Seha

4 April 2026 10:30

Pemkot Mojokerto Perketat Pengawasan Usaha, Dorong Kepatuhan dan Iklim Investasi Seha

Resmi! Arif Winarko Nahkodai DPW PPP Jatim 2026-2031, Fokus Konsolidasi Hingga Akar Rumput

1 April 2026 14:41

Resmi! Arif Winarko Nahkodai DPW PPP Jatim 2026-2031, Fokus Konsolidasi Hingga Akar Rumput

Disnaker Sidak PT SPS Mojokerto, Dugaan Kematian WNA Tak Dilaporkan Terungkap

1 April 2026 12:00

Disnaker Sidak PT SPS Mojokerto, Dugaan Kematian WNA Tak Dilaporkan Terungkap

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar