Warga Korea Selatan Diterpa Resesi Seks, Berikut Penyebabnya

Editor: Shinta Miranda

30 Nov 2022 06:38

Thumbnail Warga Korea Selatan Diterpa Resesi Seks, Berikut Penyebabnya
Warga Korea Selatan. (Foto: Reuters) 

KETIK, SURABAYA – Warga Korea Selatan saat ini tengah menghadapi ancaman resesi seks, karena rendahnya angka kelahiran dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini, disebabkan oleh berkurangnya minat usia produktif untuk menikah dan memiliki keturunan 

Mengutip South China Morning Post, salah satu pertanyaan menyeramkan bagi para 'jomblo' Korea Selatan ketika bertemu dengan kawan, kolega, dan orang-orang yang tak dikenal adalah pertanyaan soal pernikahan. 

Alih-alih mencari pasangan lalu menikah, kebanyakan orang Korea malah enggan menikah, bahkan tidak berkencan sama sekali. 

Baca Juga:
RIIZE Akhiri Tur Dunia “RIIZING LOUD” di Seoul, 32 Ribu Penggemar Padati KSPO Dome

Istilah resesi seks (sex recession) kali pertama dicetuskan Kate Julian, peneliti dan penulis, pada 2018 untuk tulisannya di The Atlantic. Resesi seks merujuk pada fenomena hubungan seks yang kian surut. Ia mengutip penelitian dari Jean M. Twenge, profesor psikologi di San Diego State University, yang mengeksplorasi kehidupan seksual warga Amerika. 

Salah satu ancaman yang disertai dari fenomena resesi seks adalah penurunan tingkat kesuburan dan angka kelahiran di suatu negara. 

Menurut data pemerintah pada 2021, tingkat kesuburan di Korsel turun 0,03 persen menjadi 0,81 persen. 

Di tahun sebelumnya, Seoul bahkan mencatat lebih banyak kematian ketimbang tingkat kelahiran. 

Baca Juga:
7 Fakta Unik Film Squid Game yang Jarang Diketahui Penonton

Kondisi semacam itu membuat jumlah penduduk di Korsel menurun. Untuk menjaga kestabilan populasi, satu negara harus memiliki tingkat kesuburan 2,1 persen. 

Penyebab terjadinya resesi seks 

Mayoritas perempuan di Korsel mengaku tak punya waktu, uang, dan kapasitas emosional untuk berkencan. 

Menurut laporan The Conversation masyarakat muda Korsel saat ini disebut-sebut sebagai "generasi sampo." 

Ucapan tersebut merujuk pada generasi yang menyerah terhadap tiga hal, yaitu berkencan, menikah, dan punya anak. 

Asisten Profesor Sosiologi di Universitas British Columbia, Yue Qian, mengatakan 40 persen masyarakat Korsel berumur 20-30 tahun sudah berhenti berkencan. 

pernikahan dan berkencan bukan menjadi priortias kalangan muda Korsel. Mereka memiliki tanggung jawab lebih banyak soal urusan rumah. 

Faktor ekonomi 

Selain soal ogah berkencan, muda mudi Korsel juga tak mau menikah dan punya anak karena kesulitan finansial. 

Banyak di antara mereka yang bekerja sebagai buruh kontrak, upah rendah, dan jaminan pendapatan. 

Jam kerja yang panjang 

Menurut laporan OECD, di antara anggota organisasi ini, Korsel adalah negara yang memiliki jam kerja terpanjang, demikian dikutip The Conversation. 

Dalam sepekan, jam kerja bisa mencapai 68 jam. Pada 2017 lalu, rata-rata jam kerja warga Korsel bahkan 2.024 jam per tahun. 

Merespons situasi tersebut, pemerintah memangkas jam kerja menjadi 52 jam. Dengan demikian warga Korsel punya kehidupan personal usai bekerja. (*)

Baca Sebelumnya

Walikota Surabaya Minta ASN Lakukan Kerja Cepat Utamakan Masyarakat

Baca Selanjutnya

Meriah, Festival Maju Terus Suroboyo Suguhkan Teatrikal Pahlawan Jaman Now

Tags:

Korea Selatan Korsel resesi seks

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar