KETIK, SURABAYA – Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Wamenperin RI) Faisol Riza mengatakan optimistisnya melihat pertumbuhan industri otomotif nasional. Hal ini ia sampaikan ketika membuka acara GAIKINDO Indonesia Internasional Motor Show (GIIAS) di Grand City Convex, Surabaya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia optimistis penjualan kendaraan untuk pasar domestik pada 2026 ini mampu tembus 850.000 unit, bahkan didorong mendekati 1 juta unit. Salah satu penyumbang, penjualan industri otomotif nasional datang dari Jawa Timur.

"Penjualan domestik akan melampaui 850.000 unit tahun ini. Hampir bisa kami pastikan penjualan dalam negeri akan kembali menduduki peringkat pertama di kawasan," katanya.

Lanjutnya, pasar otomotif Indonesia sempat kalah bersaing dari negara tetangga Malaysia. Maka dari itu, ia berharap Indonesia mampu kembali merebut pasar tersebut.

"Kalau tidak tercapai harus bekerja keras. Bahkan kami berharap lebih tinggi dari itu dan mendekati angka psikologi satu juta. Seperti pada masa industri otomotif berjaya di masa-masa yang lalu," tegasnya.

Baca Juga:
Cek Sekarang! Harga Tiket dan Cara Test Drive GIIAS 2026 di Grand City Surabaya

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) penjualan kendaraan secara wholesales sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517.000 unit. Jumlah itu, kata Faisol tumbuh sebesar 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan pada penjualan ritel mencapai 511.000 unit atau meningkat 12,3 persen. Pada kinerja Juli, tren penjualan industri otomotif secara wholesales mencapai sekitar 81.000 unit, naik 4,5 persen dibandingkan Juni. Melonjak 33,3 persen secara tahunan.

Lebih lanjut dengan capaian ini, Faisol mendorong industri otomotif tidak berhenti pada target 850.000 unit saja. Ia, sebagai perwakilan pemerintah berharap industri otomotif dapat naik mendekati angka 1 juta unit.

Optimistis Industri Otomotif Berkembang

Baca Juga:
Pembiayaan GIIAS Jakarta Tembus Rp2,4 Triliun, ACC dan TAF Bidik Pasar Surabaya

Wamenperin RI Faisol Riza optimistis pasar industri otomotif Indonesia terus berkembang pesat. Hal ini berdasarkan kepercayaan sejumlah pelaku industri otomotif yang mulai berinvestasi dan membangun fasilitas di Indonesia.

"Kepercayaan industri otomotif dari pasar internasional juga semakin kuat. Pada Januari hingga Juli 2026, ekspor CBU mencapai 293.000 unit tumbuh 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tuturnya.

Sedangkan untuk CKD, katanya, juga mengalami lonjakan 36,5 persen atau hampir 48.000 unit.

"Yang paling membanggakan adalah ekspor komponen kami melonjak 44,8 persen dengan volume menembus 112 juta komponen dan pada saat yang sama impor kendaraan utuh (CBU) turun hampir 112 komponen (part)," ungkapnya.

Data itu, pada saat yang sama untuk impor industri otomotif CBH utuh hampir turun 46,7 persen. Menurut Faisol, berdasarkan data ini membentuk pola tunggal bahwa posisi industri otomotif nasional mengalami perubahan dengan cepat.

"Inilah transformasi yang menjadi kekuatan dari industri otomotif sekarang dan knmasanyang akan datang," pungkasnya. (*)