KETIK, MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, menerapkan gaya kepemimpinan yang memadukan pendekatan humanis dengan pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan.

Dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Mojokerto, Ning Ita tidak hanya mengedepankan empati dan kedekatan dengan masyarakat. Ia juga menempatkan data sebagai dasar utama dalam merancang dan mengeksekusi program pembangunan.

"Prinsip saya, bekerja harus dengan ketulusan dan empati. Dengan ketulusan, maka akan terbuka jalannya," perempuan kelahiran 12 April 1979 ini. 

Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan ketepatan sasaran kebijakan. Program yang dijalankan pemerintah kota menjadi lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memberikan dampak nyata di lapangan.

Kepemimpinan Ning Ita juga ditandai dengan komitmen pelayanan publik yang konsisten. Ia berupaya memastikan setiap kebijakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan warga secara langsung.

Baca Juga:
Letda Bintang Revolusi, Perwira Muda Asal Blitar yang Pimpin Yel-Yel Pembaretan Kopassus 2026

Di sisi lain, penggunaan data menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi persoalan masyarakat. Pemerintah Kota Mojokerto memanfaatkan data untuk memetakan kebutuhan warga, sekaligus mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan.

"Kita membuat kebijakan data driven policy. Karena data itu kan tidak berbohong. Data itu fakta atas apa yang ada di masyarakat," ungkap perempuan kelahiran Mojokerto ini. 

Melalui kombinasi pendekatan tersebut, Pemkot Mojokerto terus mendorong inovasi dalam pelayanan publik. Berbagai program yang diluncurkan diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel.

Model kepemimpinan yang menggabungkan nilai ketulusan dengan pendekatan berbasis data ini dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendorong perubahan serta peningkatan kualitas pelayanan di Kota Mojokerto. (*)

Baca Juga:
47 Kasus Terungkap dalam 4 Bulan, Polisi Sita Narkoba Senilai Rp1,1 Miliar di Mojokerto