KETIK, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat membidik tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Malang turun menjadi 5,6 persen di tahun 2027. Angka TPT sebelumnya sudah menjadi sorotan dewan di Paripurna.

"Ya itu, karena kita sesuai dengan potensi ataupun permasalahan yang ada di Kota Malang. Target itu kan dari sepakat-disepakati, dan target itu kan dalam RPJMD ya selama 5 tahun itu sudah tertuang dalam tahunan. Kebetulan tahunan yang saat ini targetnya seperti itu," ujarnya, Senin, 21 September 2026.

Wahyu mengaku tetap optimis angka pengangguran di Kota Malang tetap dapat ditekan. Mengingat saat ini Kota Malang sedang membangun ekosistem investasi yang diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran.

"Kita optimis. Dengan adanya investasi masuk, tentu juga akan ada pengurangan pengangguran," lanjutnya.

Pemkot Malang juga melihat perkembangan sektor informal sebagai salah satu peluang untuk menekan angka pengangguran. Wahyu mencontohkan semakin berkembangnya profesi konten kreator seiring dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang.

Baca Juga:
Anggaran Disnaker Dipangkas Rp430 Juta, Fraksi PKB DPRD Kota Malang Pertanyakan Efektivitas Penanganan Pengangguran

"Kota Kreatif ini akhirnya banyak membuat pekerja-pekerja yang tidak bekerja di sektor formal, tapi di informal, tapi mereka bisa mengurangi pengangguran. Jadi kan akhirnya turun, jadi target kita optimis kita bisa naik melebihi dari pusat," katanya.

Pemkot Malang juga sempat mendapatkan sorotan dari DPRD Kota Malang terkait penurunan anggaran Disnaker-PMPTSP pada KUA PPAS APBD 2026. Wahyu menegaskan, pembahasan anggaran untuk 2027 masih berjalan dan belum menjadi keputusan final. 

"Nanti akan kita bahas lebih detail, di R-APBD. Kita akan akumulasikan semua ada pendapatan yang sudah kita dapat. Kemudian nanti kita berikan kepada OPD prioritas sesuai dengan usulan-usulan dari pendapat fraksi-fraksi," tuturnya. (*)

Baca Juga:
Berpredikat Kota Pendidikan, DPRD Kota Malang Soroti Pengangguran Terbuka Tembus 5,69 Persen