Wajib Tahu! Ini SE Ramadan di Pacitan: Mercon, Long Karbit-Hiburan Malam Dibatasi

Editor: Al Ahmadi

20 Feb 2026 15:33

Thumbnail Wajib Tahu! Ini SE Ramadan di Pacitan: Mercon, Long Karbit-Hiburan Malam Dibatasi
Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Pacitan tentang Cipta Kondisi Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M memuat sejumlah larangan, Selasa, 11 Februari 2026. (Foto: Dok. Polres Pacitan)

KETIK, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan tak ingin suasana ibadah Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah kurang khusyuk karena terganggu.

Lewat Surat Edaran Nomor 300/410/408.50/2026 tertanggal Selasa, 11 Februari 2026, seluruh masyarakat diminta mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif sejak awal Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 H.

Dalam edaran tersebut, para camat diminta berkoordinasi dengan TNI, Polri, kepala desa, lurah, serta tokoh masyarakat untuk memperkuat pengawasan wilayah masing - masing.

Pemetaan titik rawan gangguan keamanan saat pelaksanaan salat tarawih, tadarus, hingga kegiatan sahur menjadi perhatian utama.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Tak hanya itu, pemantauan tamu pendatang di hotel, homestay, rumah kontrakan dan tempat kos juga diperketat.

Setiap pendatang wajib lapor 1 x 24 jam sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Larangan keras juga diberlakukan terhadap segala bentuk petasan dan mercon.

Yang dilarang meliputi mercon, long karbit, mercon pendem, petasan bumbung dan sejenisnya yang berpotensi menimbulkan ledakan serta membahayakan keselamatan.

Baca Juga:
Pemkab Pacitan Belum Terbitkan Surat Edaran Work From Home bagi ASN

Selama Ramadan, patroli rutin akan digencarkan, terutama pada sore hingga malam hari.

Petugas menyasar lapak - lapak pedagang yang kedapatan menjual petasan berdaya ledak tinggi, termasuk penjualan secara sembunyi - sembunyi.

Widiyanto juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak - anak.

“Orang tua harus lebih ketat mengawasi. Bermain petasan bukan hanya mengganggu ketertiban, tapi juga berisiko mencederai diri sendiri maupun orang lain,” kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakda) Satpol PP Kabupaten Pacitan, Widiyanto, baru-baru ini.

Kendati, ia mengatakan, pihaknya akan mengedepankan pendekatan persuasif sebelum melakukan penindakan.

“Kami mengedepankan langkah persuasif dahulu, bisa satu sampai tiga kali kami beri imbauan. Kalau masih membandel dan menjual petasan berbahaya, tentu akan kami tindak. Barangnya akan kami sita,” ungkapnya.

Selain larangan petasan, edaran tersebut juga mengatur kegiatan gugah sahur agar tidak dilakukan secara berlebihan, tidak menggunakan sound system berdaya tinggi, serta tidak memicu bentrok maupun tawuran antar kelompok.

Pedagang kaki lima yang berjualan takjil dan kebutuhan berbuka diminta menjaga kebersihan, tidak menutup akses jalan, serta tidak menggunakan fasilitas umum tanpa izin.

Sementara itu, usaha hiburan malam dibatasi operasionalnya mulai Rabu, 18 Februari 2026 hingga Kamis, 19 Maret 2026, hanya diperbolehkan buka pukul 21.00 - 24.00 WIB. 

Pengelola diminta menyesuaikan aktivitasnya agar tetap menghormati suasana Ramadan.(*)

Baca Sebelumnya

Sosok Andrew Mountbatten-Windsor, Mantan Pangeran Inggris yang Sempat Ditahan Akibat Kasus Epstein

Baca Selanjutnya

Selaras mBatu Sae, Perumdam Among Tirto Salurkan Beasiswa Kuliah Gratis

Tags:

pemkab pacitan Surat Edaran Ramadan satpol pp pacitan Larangan Petasan Widiyanto Ketertiban Umum cipta kondisi

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H