KETIK, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memberikan keterangan mengenai perkara anak berkebutuhan khusus yang meninggal dunia, diduga akibat bully.
Ia menerangkan, sejumlah pihak sudah bertindak dengan mengedepankan sikap kehati-hatian.
"Ini bukan situasi yang sederhana karena yang melakukan anak kecil dan korbannya adalah anak kecil. Kami sangat-sangat berduka atas peristiwa ini," katanya pada Senin, 19 Oktober 2026.
Emil menambahkan, jika saat ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya juga tengah berkonsultasi. Tujuannya agar langkah yang diambil merupakan pilihan terbaik.
"Adil bagi korban dan keluarga, sesuai dengan kaidah regulasi maupun juga kaidah substansif dari permasalahan yang seperti ini. Jadi ini situasi yang sangat sensitif, tidak sederhana, saya pun juga harus berbicara sesuai koridor, tetapi hanya ada satu kata kuncinya, keadilan," tuturnya.
Baca Juga:
Polrestabes Surabaya Usut Penyebab Meninggalnya Anak Berkebutuhan KhususWagub Emil Elestianto Dardak, baru saja mengunjungi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur. Kunjungannya untuk menindaklanjuti penanganan kasus meninggalnya Z (10) anak berkebutuhan khusus yang diduga menjadi korban bully.
"Kami habus dari Rumah Sakit Menur. Dan memang bagian dari proses tindak lanjut secara hukum, ini memang tidak bisa tidak mengikutsertakan pandangan terkait dengan aspek kejiwaan," tuturnya. (*)