Wabup Bangkalan Prihatin Atas Kasus Perundungan Mahasiswa Baru UTM

Jurnalis: Ismail Hasyim
Editor: Mustopa

13 Agt 2025 18:24

Thumbnail Wabup Bangkalan Prihatin Atas Kasus Perundungan Mahasiswa Baru UTM
Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar prihatin ada perundungan di UTM (Foto: Ismail/Ketik)

KETIK, BANGKALAN – Pemerintah daerah menyatakan keprihatinannya atas dugaan kasus perundungan yang menimpa mahasiswa baru di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Tindakan tersebut dinilai mencoreng dunia pendidikan dan tidak sejalan dengan semangat menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan inklusif.

“Tentu kita sangat sedih dan prihatin. Perundungan seperti itu tidak boleh terjadi dalam dunia pendidikan kita,” ujar Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar, Selasa 13 Agustus 2025. 

Menurutnya, metode pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) atau yang dulu dikenal sebagai Ospek, seharusnya menjadi sarana edukatif yang membangun karakter positif, bukan ajang yang mengarah pada kekerasan psikologis, intimidasi, maupun bentuk-bentuk perundungan lainnya.

Baca Juga:
Perempuan Didorong Lebih Berdaya, 3 Hal Ini Jadi Fokus GOW Bojonegoro Dukung Pembangunan Daerah

“Metode Ospek yang dulu sering mengarah pada pembulian atau perundungan, sebenarnya sudah dilarang. Sudah ada regulasi yang mengatur agar orientasi mahasiswa baru lebih bersifat edukatif dan humanis,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa pihak UTM akan bertindak sesuai prosedur hukum dan peraturan perlindungan yang berlaku dalam menangani kasus ini.

“Kami yakin pihak UTM akan menyikapi hal ini secara serius dan bertindak sesuai dengan aturan yang ada, termasuk melindungi korban dan memberikan sanksi terhadap pelaku jika terbukti bersalah,” tambahnya.

Fauzan juga mengimbau seluruh institusi pendidikan, baik di jenjang dasar maupun perguruan tinggi, untuk memperkuat sistem pencegahan perundungan dan membangun budaya akademik yang aman serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara sehat. 

Baca Juga:
Remaja di Jember Diduga Jadi Korban Perundungan oleh Teman, Polisi Lakukan Penyelidikan

Perlu diketahui bahwa beberapa hari lalu di kampus Universitas Trunojoyo Madura terjadi kasus perundungan yang menimpa MM (18), mahasiswa baru Universitas Trunojoyo Madura (UTM) asal Kabupaten Sumenep.

Perundungan diduga dilakukan oleh seniornya, karena MM melakukan protes terkait dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum Liaison Officer (LO) dalam kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Aksi protes itu dilakukan karena maba ingin meminta penjelasan, kenapa iuran (perlengkapan) terlalu besar. Ternyata banyak juga maba yang dipungut biaya oleh oknum panitia itu, sehingga aspirasi itu disampaikan dalam kegiatan.

Paman korban, M Sultan Fuadi, menjelaskan bahwa penculikan dan penganiayaan terhadap keponakannya terjadi keesokan harinya, yaitu 6 Agustus 2025, saat MM hendak pulang ke rumah indekosnya setelah mengikuti PKKMB. 

 "Jadi saat kegiatan PKKMB itu, keponakan saya sempat cekcok dengan seniornya sekaligus salah satu panitia berinisial MF," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UTM, Surokim, mengaku telah menyelidiki kasus ini. Menurutnya, aksi perundungan tersebut tidak dilakukan mahasiswa atau senior UTM.

"Sejauh ini dugaan pemukulan itu tidak dilakukan oleh senior atau mahasiswa UTM," tegasnya.

Meski demikian, Surokim berkomitmen mengusut kasus ini dan tidak akan mentoleransi aksi kekerasan yang dilakukan siapa pun, terutama oleh warga kampus. (*)

Baca Sebelumnya

‎Obat-obatan Kedaluwarsa Senilai Rp1,98 Miliar di Kota Batu Dimusnahkan

Baca Selanjutnya

‎Cegah DBD dan PD3I, Dinkes Kota Batu Kuatkan Koordinasi Lintas Program Malang Raya

Tags:

perundungan maba UTM Wabup #prihatin

Berita lainnya oleh Ismail Hasyim

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

12 April 2026 14:03

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

10 April 2026 08:02

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

8 April 2026 17:33

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

7 April 2026 14:23

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

6 April 2026 22:25

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Saksi IF Dinilai Tak Memberatkan 3 Terdakwa Dugaan Penyimpangan Aset BUMD Bangkalan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

6 April 2026 15:31

Saksi IF Dinilai Tak Memberatkan 3 Terdakwa Dugaan Penyimpangan Aset BUMD Bangkalan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar