Viralnya Tren Pelihara Otter, Dosen Satwa Liar Unair: Jangan Sampai Terjadi Eksploitasi

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

6 Mar 2025 19:30

Thumbnail Viralnya Tren Pelihara Otter, Dosen Satwa Liar Unair: Jangan Sampai Terjadi Eksploitasi
Otter adalah sejenis berang-berang. (Foto: Pexels)

KETIK, SURABAYA – Media sosial tengah diramaikan dengan tren otter atau berang-berang yang dijadikan hewan peliharaan. Banyak video yang menampilkan kelucuan otter saat bermain di rumah, berenang di bak mandi, hingga tidur di pangkuan pemiliknya.

Namun, di balik tren ini, para ahli satwa liar justru memperingatkan bahwa otter adalah hewan liar yang tidak seharusnya dipelihara manusia.

Dosen Satwa Liar Kedokteran Hewan FIKKIA Unair, Aditya Yudhana drh MSi menjelaskan bahwa otter sering disebut sebagai berang-berang dan termasuk dalam kelompok mamalia semi-akuatik yang hidup sekitar aliran sungai atau rawa. Secara taksonomi, terdapat dua kelompok berang-berang yang berbeda. 

Pertama adalah otter dari ordo karnivora. Mamalia yang bergantung pada konsumsi daging sebagai sumber utama nutrisi.

Kedua yaitu beaver dari ordo rodentia sebagai herbivora dengan pola makan berbasis tumbuhan. Namun, tidak ada populasi beaver yang memiliki habitat di Indonesia.

“Otter di Indonesia berhabitat alami berada di tepi aliran air sebagai hewan semi akuatik. Otter akan mencari makan ikan, crustacea, udang, maupun kepiting,” katanya melalui keterangan tertulis pada Kamis 6 Maret 2025.

Di Indonesia terdapat empat jenis otter. Hanya ada satu jenis tanpa status dilindungi oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri LHK Nomor P.106 tahun 2018. Jenis tersebut adalah berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus).

 

Foto Dosen Satwa Liar Kedokteran Hewan FIKKIA Unair, Aditya Yudhana drh MSi. (Foto: Humas Unair)Dosen Satwa Liar Kedokteran Hewan FIKKIA Unair, Aditya Yudhana drh MSi. (Foto: Humas Unair)


Populasi spesies tersebut mengalami penurunan akibat eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Bahkan kini telah masuk daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). 

“Perdagangan hewan eksotik di Indonesia bukanlah 100 persen hasil budi daya. Mayoritas penjual mendapatkan hewan tersebut dari alam. Jangan sampai terjadi eksploitasi untuk hobi yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya. 

Dengan asumsi tersebut, tangkapan otter dewasa langsung dari alam tentu tidak dapat jinak secara menyeluruh.

Naluri liar masih dominan dapat memunculkan serangan berupa cakaran maupun gigitan.

Risiko transmisi zoonosis akibat penjualan tanpa melakukan skrining status kesehatan hewan dapat terjadi. Berupa potensi rabies, bakteri, parasit, dan fungi.

“Jika otter berasal habitat alami dan sudah dewasa maka tidak dapat jinak sepenuhnya. Berbeda dengan hasil dari penangkaran ek-situ yang mungkin menurunkan sifat liar menjadi jinak,” tuturnya.

Aditya menyebut masyarakat perlu mengetahui pola hidup dari otter yang terbiasa hidup mengeksplorasi alam.

"Jangan sampai membuat hewan stres yang berujung membahayakan pemilik sebab ketidaktahuan akan jenis zoonosis yang akan muncul jika hewan liar tersebut sakit," ujarnya.

Lebih lanjut, Adit menambahkan bahwa stres juga akan meningkatkan emosional hewan.

Adit juga mendukung upaya konservasi ek-situ dalam tujuan penyelamatan, pemeliharaan dan peningkatan populasi meskipun status belum dilindungi.

Peran serta dokter hewan dalam meriset dan mengidentifikasi status kesehatan otter yang kini semakin meningkat sebagai hewan peliharaan eksotik.

“Masih jarang riset pada otter menjadi tantangan yang concern skrining, identifikasi, sampai surveilans yang belum ada data detail hingga kini,” tutupnya.(*)

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

Baca Juga:
UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan
Baca Sebelumnya

Siap 24 Jam, Begini Layanan Pemulasaran di Kamar Jenazah RSUD Pacitan

Baca Selanjutnya

Wabup Bandung Ali Syakieb: Perlu Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Pilkada ke Depan

Tags:

Otter viral pelihara otter berang-berang Unair Dosen satwa liar Aditya Yudhana drh peliharaan Hewan peliharaan

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar