Viral Video Konvoi Dua Mobil Pikap Angkut Sound Horeg Digrebek Polisi Jelang Sahur

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

10 Mar 2025 01:11

Thumbnail Viral Video Konvoi Dua Mobil Pikap Angkut Sound Horeg Digrebek Polisi Jelang Sahur
Polisi dari Polsek Ambulu dan Tim Reskrim Polres Jember saat menggerebeg sound horeg setinggi kurang lebih 2-3 meter. (Istimewa/ Humas Polres Jember)

KETIK, JEMBER – Viral video konvoi dua mobil pikap mengangkut sound horeg setinggi kurang lebih 2-3 meter. Digrebeg anggota polisi dari Polsek Ambulu dan Tim Reskrim Polres Jember di medsos Tiktok. Diunggah oleh aku bernama @Jemberterkini.id dan @Jember24jam.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, dua mobil pikap itu mengangkut tumpukan sound system (pengeras suara, red), dan sengaja melakukan konvoi membunyikan musik dengan volume keras. Dengan lokasi penggrebekan yang dilakukan polisi di dua TKP berbeda.

Yakni di Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu; dan di Dusun Krangkengan Barat, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Jember.

Kejadian dalam video tersebut, diketahui terjadi sekitar pukul 00.00 WIB - 01.30 WIB, Minggu dini hari (9/3/2025) kemarin.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

Terkait kejadian ini, dibenarkan oleh Kapolsek Ambulu AKP Latifa Andika. Kata Latifa, polisi menindak tegas pemilik mobil pikap dan kelompok masyarakat yang juga diketahui melakukan konvoi sound horeg tersebut. Karena mendapat keluhan dari masyarakat.

"Kejadian dalam video itu benar. Awal mulanya itu ada laporan dari masyarakat, perihal dua mobil pikap yang mengangkut sound system dan membunyikan musik dengan volume keras serta mengganggu masyarakat yang sedang istirahat," kata Latifa saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (9/3/2025) malam.

"Karena saat itu kejadiannya sekitar pukul 00.00 - 01.00 WIB. Kemudian dari rekan-rekan Reskrim dan anggota Polsek Ambulu segera menuju TKP," sambungnya.

Dari kejadian tersebut, lanjutnya, polisi melakukan tindakan tegas dengan hanya memberikan himbauan.

Baca Juga:
Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

"Karena Sound Horeg itu berjalan dan membunyikan sound system tengah malam, dan berlangsung sampai pukul setengah 2 pagi. Itu jelas mengganggu dan kami minta untuk dimatikan musiknya," ujar Latifa.

Saat dihentikan polisi, kata Latifa, pemilik sound horeg berdalih untuk membangunkan masyarakat sahur.

"Tapi hal itu tidak seharusnya dilakukan, setelah kita hentikan, pemilik sound berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Sekaligus juga mematikan musik, yang awalnya disetel dengan volume keras. Jadi pada saat itu langsung dihentikan, intinya kami memberikan himbauan dan mencatat identitas pemilik sound horeg tersebut," ungkapnya.

Tidak ada kendaraan maupun sound horeg yang diamankan polisi. Kata Latifa, polisi sementara ini hanya melakukan himbauan.

"Ya untuk tidak membunyikan musik keras-keras itu. Tapi kami akan rutin melakukan patroli untuk menindak tegas (mengamankan kendaraan). Jika kasus serupa diulangi lagi," tegasnya.

Dari kejadian tersebut, Latif menambahkan, ada dua TKP berbeda. Untuk menghentikan sound horeg itu.

"Setelah dilakukan kegiatan di daerah Kerangkengan Barat. Polisi hendak pulang kembali ke arah Utara. Kita menyisir arah kota, juga berpapasan dengan sound horeg di Dusun Bedengan, di depan cucian Watu Ulo motor. Juga kita himbau untuk menghentikan kegiatannya karena meresahkan masyarakat," ujarnya.

Terkait sound horeg tersebut, warga setempat Dian Kusumaningrum (33) mengaku resah dengan adanya konvoi sound horeg itu.

"Ya coba masuk akal gak? Tengah malam setel musik keras-keras. Ini kan bulan Ramadan, harusnya tadarus dan istirahat menunggu sahur. Tapi malah konvoi sound horeg. Jelas mengganggu warga," kata Dian.

Ia berharap, ada tindakan tegas agar tindakan serupa tidak terulang kembali.

"Setahu saya sering kejadian ini, apalagi terua konvoi itu sampai ke Pantai Watu Ulo. Kalau memang mau nyetel musik jedag jedug gitu. Sana di Pantai saja. Jangan di jalan dan pemukiman warga, kasihan banyak anak kecil dan bayi yang mau istirahat. Apalagi orang tua yang suaranya itu jelas mengganggu karena musiknya keras," ujarnya. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Sidoarjo Subandi Bantu Bangun Lagi Rumah Warganya yang Tidak Layak Huni

Baca Selanjutnya

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Gagas Inovasi Penanganan Sampah dengan DLHK Sidoarjo

Tags:

Jember Sound Horeg polres jember Reskrim Polsek Ambulu Penggerebegan

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar