KETIK, TUBAN – Ada pemandangan tak biasa di hamparan lahan persawahan dusun Ngrayung Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Di tengah musim panen raya, sawah yang biasanya hanya dipenuhi petani kini diserbu ratusan warga ingin merasakan sensasi wisata petik buah langsung dari pohonnya.
Konsep unik ini mendadak viral di media sosial. Petani setempat kini tidak lagi menjual seluruh hasil panen berupa semangka, melon, dan blewah melalui tengkulak. Mereka beralih menerapkan sistem wisata petik, di mana pembeli datang, memilih, dan memetik sendiri buah segar langsung di area lahan persawahan.
Pantauan Ketik.com di lokasi menunjukkan antusiasme pengunjung cukup luar biasa. Mereka tidak hanya datang membeli buah, tetapi untuk berwisata sore, berswafoto di tengah hamparan buah di sawah, hingga mengajak keluarga menikmati suasana persawahan yang asri.
Daya tarik utama wisata musiman ini adalah kondisi buah super segar dan tentu harga jauh di bawah pasaran. Buah melon dijual kisaran Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per kilogram, buah semangka mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 7.000 ribu, dan buah blewah hanya Rp 3.000 sampai Rp 4.000 ribu.
Melalui sistem jual seperti ini, pembeli bebas memilih buah dengan tingkat kematangan sesuai selera. Sehingga, menjadi pengalaman yang jelas tidak didapatkan jika membeli di toko buah biasa.
Baca Juga:
Masuk 3 Besar Nasional, Pengelolaan Website SIDEKA-NG Tuban Dinilai Paling ProduktifKepala Desa Kedungharjo, H. Zubaidi, mengaku konsep penjualan langsung memberikan dampak berlipat atau Multiplayer effect. Selain petani untung karena harga tidak dipotong oleh perantara, ekonomi warga di sekitar lokasi ikut terangkat untuk ikut berjualan makanan ringan di lokasi lahan persawahan.
"Alhamdulillah, dengan skema petik langsung petani sangat terbantu. Di sisi lain, pedagang kecil warga kami ikut berjualan di area persawahan. Ekonomi kerakyatan jalan," ujar Kades H. Zubaidi kepada Ketik.com, Sabtu 26 September 2026.
Menurut Zubaidi, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kecamatan Bangilan saja. Wisatawan kini meluas dari kecamatan Kenduruan, Senori, Singgahan, Kerek dan Tuban kota. Bahkan, pedagang besar atau pembeli dari luar daerah seperti Jombang, Babat, dan Bojonegoro turut datang langsung memborong buah langsung ke petani di lokasi.
"Sejak empat harian kalau pengunjung datang dari warga sekitar kecamatan hingga dari luar daerah," sambungnya
Baca Juga:
Angkat Tema Keberagaman, Refriza Fajri Asal Bangilan Tuban Sabet Penghargaan Nasional Deli Artist Indonesia 2026
Ia menambahkan pengunjung datang terbagi dalam rentan dua waktu. Pada pagi hari pukul 07.00 WIB, lokasi diramaikan oleh rombongan sekolah yang menggelar wisata edukasi untuk mengajak siswa-siswi belajar memanen buah di sawah. Sementara itu, puncak keramaian terjadi pada sore hari setelah adzan waktu masuk sholat Ashar.
"Lebih ramai kalau sore mulai pukul 15.00 WIB sampai sekitar pukul 19.00 WIB. Banyak yang datang sambil ngabuburit, mengisi waktu sore," ungkapnya.
Dengan melihat antusiasme masyarakat berbondong-bondong datang ke area lahan sawah, Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungharjo berencana menjadikan Wisata Petik Buah ini sebagai agenda musiman atau tahunan setiap kali memasuki musim panen raya petani buah.
"Karena di satu sisi menguntungkan petani dan satu sisi mendongkrak ekonomi kerakyatan, artinya pembeli bisa langsung berinteraksi dengan petani," tutur H. Zubaidi.
Salah satu pengunjung asal Kecamatan Senori, Kholip, mengaku sengaja datang bersama anak-anaknya setelah melihat siaran langsung di media sosial.
"Awalnya tahu di live TikTok memperlihatkan orang - orang pada petik semangka, Melon langsung di sawah. Ternyata buahnya besar-besar dan manis, segar dan harganya juga murah, jadi sekalian jalan-jalan sore," kata Kholip dengan semringah. (*)