KETIK, JAKARTA – Kalau akhir pekan Brno di MotoGP penuh cerita tentang Marc Marquez dan Ai Ogura, di kelas Moto3 ada satu nama dari Indonesia yang diam-diam bikin balapan jadi menarik: Veda Ega Pratama.
Hasil akhirnya memang belum podium. Tapi cara Veda mendapatkan hasil itu yang layak disorot. Pembalap Honda Team Asia tersebut menutup Moto3 GP Ceko dengan finis di posisi kelima setelah menjalani balapan comeback dan terus naik posisi sepanjang race.
Yang membuat hasil ini terasa lebih besar, Veda tidak datang ke hari balapan dari posisi ideal. Sejak awal akhir pekan, rider asal Gunungkidul itu memang terlihat harus bekerja lebih keras dibanding beberapa rivalnya.
Namun ia tetap berhasil mengamankan tiket langsung ke Q2 dan menjaga peluang untuk bertarung di grup depan. Di race utama, pendekatan Veda terlihat jauh lebih matang dibanding beberapa seri awal musim.
Alih-alih memaksakan diri di lap pembuka, ia memilih bertahan di kelompok besar, menjaga ritme, lalu mulai menyerang saat balapan masuk paruh kedua. Strategi itu pelan-pelan membawanya naik ke kelompok lima besar.
Baca Juga:
Marc Marquez Jawab Pedrosa Lewat Kemenangan di BrnoMoto3 Brno sendiri dimenangkan pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang mencetak kemenangan besar dalam duel rapat sampai garis finis. Brian Uriarte dan Máximo Quiles melengkapi posisi podium.
Meski gagal naik podium, hasil Veda tetap punya arti penting. Finis lima besar di akhir pekan yang cukup sulit membuatnya tetap menjaga posisi kompetitif di klasemen sementara dan melanjutkan musim debut yang sejauh ini jauh di atas ekspektasi banyak orang.
Sebelum Brno, Veda sudah lebih dulu mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Grand Prix lewat hasil P3 di Brasil.
Menariknya, setelah balapan selesai, Veda disebut menjadi salah satu pembalap pertama yang menghampiri Hakim Danish di parc fermé untuk memberikan ucapan selamat, momen yang kemudian ramai dibicarakan karena menunjukkan persaingan yang tetap hangat di antara generasi baru Moto3 Asia Tenggara.
Baca Juga:
Taklukan Sirkuit Brno, Marquez Kembali Catatkan Kemenangan Back to BackBrno memang belum memberi trofi untuk Indonesia.
Tapi kalau melihat cara Veda mengelola balapan dan konsisten berada di kelompok depan, rasanya pertanyaan sekarang mulai bergeser: bukan lagi apakah dia bisa podium lagi—melainkan kapan kemenangan pertamanya di Moto3 benar-benar datang. (*)