KETIK, TULUNGAGUNG – Gelaran turnamen sepak bola antar-desa Gala Desa Ngunut resmi berakhir pada Minggu sore 11 Oktober 2026 di Lapangan Pema Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung.

Pertandingan partai final yang mempertemukan Desa Pulosari melawan Desa Kaliwungu berlangsung sengit dan imbang, sebelum akhirnya dimenangkan oleh tim Desa Pulosari.

Ajang sepak bola antar-desa se-Kecamatan Ngunut ini dinilai sukses menyedot antusiasme masyarakat serta melahirkan bakat-bakat muda potensial.

Tokoh masyarakat setempat sekaligus sponsor turnamen dari Sinar Papua, Deni Wijaya mengungkapkan rasa bangga atas suksesnya penyelenggaraan Gala Desa tahun ini. 

Menurutnya, turnamen ini menjadi pembuktian bahwa banyak talenta muda dan putra daerah di Kecamatan Ngunut yang memiliki keterampilan luar biasa di lapangan hijau.

Baca Juga:
Desa Pulosari Tulungagung Juara Gala Desa HUT Ke-81 RI Kecamatan Ngunut, Taklukkan Kaliwungu Lewat Adu Penalti

"Saya sangat bangga dengan kualitas permainan maupun kuantitas penonton yang antusiasmenya luar biasa."ucap Deni CEO Sinar Papua keada awak media.

"Terbukti di partai final antara Pulosari dan Kaliwungu pertandingannya sangat imbang. Ini menunjukkan banyaknya bakat muda putra daerah yang potensial di setiap desa," ujar Demi saat diwawancarai usai laga final.

Melihat besarnya potensi atlet muda di wilayah Ngunut, Demi juga menyampaikan porsi harapan khusus kepada Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung Bapak Ahmad Baharudin agar memberikan perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana olahraga di daerah.

Ia berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan dan membenahi fasilitas stadion pendukung, mulai dari perbaikan kualitas rumput lapangan, pencahayaan atau lampu, hingga fasilitas tribun penonton.

Baca Juga:
Beralih Jadi Produser, Lionel Messi Rilis Serial Film Anak-Anak

"Harapan kami agar pembinaan ini semakin dikembangkan, termasuk fasilitas stadion. Semoga Pak Bupati/Plt Bupati bisa mendengar aspirasi ini, baik terkait tribun, penerangan lampu, maupun kualitas rumput lapangan.' tuturnya.

"Wilayah Ngunut ini punya banyak pemain prospektif dan bibit-bibit bagus yang diharapkan kelak bisa membawa nama daerah dari kancah desa menuju tingkat nasional," tegasnya.

Dengan berakhirnya Gala Desa Ngunut 2026, diharapkan pembinaan sepak bola usia muda di tingkat kecamatan terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten demi memajukan olahraga di Kabupaten Tulungagung (*)